Senin, 15/10/2018

438 Ribu Pemilih di Kaltim Belum Masuk DPT

Senin, 15/10/2018

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

438 Ribu Pemilih di Kaltim Belum Masuk DPT

Senin, 15/10/2018

logo

SAMARINDA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim mengungkap adanya laporan data pemilih yang belum masuk ke dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019. Tak tangung-tanggung, jumlah pemilih non DPT ini mencapai  438 ribu.

 Munculnya temuan tersebut setelah KPU membuka sosialisasi Gerakan Melindungi Hak Pilih (GMHP) mulai 1-28 Oktober 2018. 

 Dari 10 kabupaten/kota di Kaltim, terbanyak laporan masyarakat yang belum masuk DPT berada di Kukar, yakni 94.080 pemilih. Disusul Samarinda dengan 88.754 pemilih, dan Kutim dengan 77.294 pemilih.  Sementara temuan terendah ada di Mahulu 3.539 pemilih. Selengkapnya lihat grafis.  

“Ada 438.370 pemilih atau tanggapan masyarakat yang menyampaikan dirinya tidak ada dalam DPT,” kata Ketua KPU Kaltim Muhammad Taufik  ditemui wartawan usia Rapat Kerja Pencermatan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan 1 (DPTHP)-1) tingkat kabupaten/kota di aula KPU Kaltim, Jl Basuki Rahmat  Samarinda, Senin (15/10). 

KPU akan menindaklanjuti temuan ini dan diharapkan aplikasi pengecekan pemilih di (www. lindungihakpemilihmukpu.go.id)  terus menjadi sarana yang lebih efisien bagi pemilih, untuk mengecek atau mendaftar apabila mereka belum terdaftar di DPT. 

Nantinya temuan tersebut  akan dicermati terlebih dahulu. Sebab dalam pencermatan nanti kemungkinan juga akan dilakukan menghapus data yang tidak menuhi syarat (TMS). “TMS bisa data ganda, meninggal, di bawah umur, ahli status dan lainya,”katanya.  

KPU Kaltim membuka 1.038 posko GMHP  yang tersebar di desa/kelurahan dan kecamatan. Bahkan, kata Taufik, di PPU, KPU membangun posko GMHP di kantor pemerintah, Disdukcapil. “Puncak sosialiasi ini akan dilakukan pada tanggal 17 Oktober secara serentak se-Indonesia terhadap warga yang belum masuk DPT,”katanya. 

Sebelumnya, KPU Kaltim melakukan GMHP untuk menampung masukan atau aduan dari masyarakat mengenai data pemilu 2019. Berdasarkan DPT hasil perbaikan, di Kaltim terdapat 2.3 pemilih. “GMHP ini diinisiasi KPU RI guna merespon waktu perpanjangan penyempurnaan DPT yang disepakati selama 60 hari,” kata Taufik.

Penyempurnaan itu dilakukan bertujuan untuk membersihkan data pemilh ganda, pemilih di bawah umur dan pemilih meninggal. 

Dari 2.372.962 DPT pemilu hasil perbaikan, di antaranya 1.228.743 pemilih laki-laki dan 1.144.219 pemilih perempuan. Dan dari pemilih tersebut, ada 10 kabupaten/kota, 103 kecamatan, 1.038 desa kelurahan, 10.765 TPS. (sab)


438 Ribu Pemilih di Kaltim Belum Masuk DPT

Senin, 15/10/2018

Share

Berita Terkait