Kamis, 11/10/2018
Kamis, 11/10/2018
Kamis, 11/10/2018

BALIKPAPAN - Wakil Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud meminta kepolisian bisa melacak dan mengungkap keberadaan komunitas gay yang sudah meresahkan. Di Kota Balikpapan eksistensi komunitas pecinta sesama jenis ini melalui grup Facebook bernama Kumpulan PIN gay Balikpapan.
Grup medsos ini semakin terkenal setelah diunggah salah satu akun instragam.
Rahmat Mas’ud mengatakan keberadaan kelompok gay jelas-jelas bertentangan dengan ajaran agama. “Tentu kami tak ingin kota ini tertimpa azab Allah dan saya yakin masyarakat akan berpikiran sama dengan pemerintah. Komunitas itu tak boleh ada di Balikpapan,” tegas Rahmat Masud, kemarin.
Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan, M. John Ismail meminta segera ditelusuri kebenarannya. “Berita ini (komunitas gay) memang timbul, tapi tidak seperti di daerah lain yang sampai menggelar pesta untuk kaum itu. Belum terjadi di Balikpapan,” kata M. John Ismail, Kamis (11/10).
Hingar bingar keberadaan komunitas ini juga memantik Ketua DPRD Balikpapan, Abdulloh angkat bicara mengenai kabar kaum yang memiliki orientasi seksual menyimpang itu. Dia pun mengakui pernah menerima informasi komunitas gay sudah merambah ke semua jenjang usia. “Memang ada informasi jumlah mereka cukup banyak. Bahkan menyentuh kalangan pelajar dan korbannya bisa murid SD, pelajar SMP sampai siswa SMA,” ujar Abdulloh.
Dirinya menekankan, peran orangtua dan keluarga termasuk warga di lingkungan sekitar menjadi pioner menghindari anak-anak terjerumus ke dalam komunitas ini. “Jangan semuanya diserahkan ke pemerintah,” ucapnya.
Sementara itu, Polres Balikpapan sudah membentuk tim khusus menelusuri grup Kumpulan PIN Gay Balikpapan. Sedangkan Polda Kaltim menggencarkan patroli siber mengawasi aktivitas grup yang beranggotakan 2.941 akun tersebut.
Psikolog asal Balikpapan, Patria Rahmawati mengibaratkan gay ini sebagai fenomena gunung es, sedikit terlihat di permukaan tetapi sebenarnya banyak anggotanya, bahkan mereka membentuk komunitas-komunitas sesama mereka. “Ini sepertinya bukan lagi seperti kelainan seksual, tapi sudah seperti gaya hidup akibat dari pergaulan bebas mereka,” ujar Patria sapaan akrabnya, kemarin.
Indonesia masih memiliki pondasi kuat tentang religiusitas, budaya bangsa, serta norma-norma masyarakat yang bertindak sebagai filter. “Ini perilaku hedonisme yang melanggar aturan agama maupun norma-norma kesusilaan. Mereka bukan semata-mata karena genetika atau hormonal, tapi adanya perilaku yang menyimpang dalam pola pergaulan yang salah,” beber Patria.
Tak Cuma di Balikpapan, Kota Samarinda sebenarnya memiliki potensi tumbuhnya komunitas ini. Karakteristik Kota Balikpapan dan Samarinda cenderung sama, kota berkembang menuju kota metropolitan. Pergaulan remaja berjalan bebas dengan berbagai kemasan yang membuat intensifikasi pertemuan sesama jenis kerap terjadi.
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Rita Artati Barito pun dibuat geram dengan adanya komunitas ini. “Harus diusut tuntas polisi. Karena ini sudah meresahkan. Harus dibubarkan kumpulan itu,” kata Rita.
Selain kepolisian, Rita juga meminta semua pihak melakukan upaya pencegahan perkembangan komunitas gay. “Jangan sampai ada pembiaran,” imbunya.
Anggota Komisi IV DPRD Kaltim lain, Mursidi Muslim menilai sebahagian besar pelaku penyimpangan seksual lebih pada karena terbawa-bawa dengan pergaulan. Banyak dari pelaku mulanya sama sekali tak memiliki kecenderungan penyimpangan seksual. “Ini kan bukan penyakit bawaan, bisa dicegah,” pungkasnya. (hn/yud/sab)
Kamis, 11/10/2018
TERPOPULER