Senin, 08/10/2018

Kedaluwarsa, Obat Bantuan India Untuk Gempa Sulteng Dikembalikan

Senin, 08/10/2018

Cover Koran Kaltim

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

Kedaluwarsa, Obat Bantuan India Untuk Gempa Sulteng Dikembalikan

Senin, 08/10/2018

logo

Cover Koran Kaltim

BALIKPAPAN - Simpati korban bencana gempa dan tsunami Provinsi Sulteng terus berdatangan. Tak cuma dari dalam negeri, bantuan juga datang dari luar negeri. Simpati atas tewasnya ribuan nyawa di Tanah Cele­bes memantik mengalirnya bantuan dari penjuru bumi. 

Tapi sayang, tak semua bantuan dari luar negeri semuanya bisa disalurkan. Bantuan luar negeri, terutama berupa makanan dan obat-obatan harus melalui verifikasi. Posko penerimaan bantuan, menemukan obat-obatan yang telah kedaluwarsa.

Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi mengatakan bantuan tersebut berasal dari India dan telah diminta oleh PMI serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk tidak didistribusikan ke korban bencana. “Obat tadi dan logistik yang tidak terdaftar telah diminta untuk dikembalikan India. Tapi ini bukan kewenangan Pemkot Balikpapan melainkan tim terpadu yang menangani bantuan untuk korban,” kata Rizal Effendi, Minggu (7/10).

Tim terpadu terdiri dari PMI, Badan POM dan Kantor Kesehatan Pelabuhan.

Kota Balikpapan salah satu tujuan pengungsian korban bencana di Sulteng. Penanganan pengungsi ditampung di Base Ops Dhomber Lanud Balikpapan.

Menurut Rizal, umumnya pengungsi yang ditampung di sini hanya transit. “Mereka tidak menetap di Kota Balikpapan. Kalau ada pesawat TNI AU menuju daerah tujuannya, ya mereka ikut naik,” ujarnya.

Pemkot Balikpapan juga me­nyiapkan Asrama Haji Batakan untuk penampungan sementara.

Lain lagi yang dilakukan PT Pertamina. Perusahaan pelat merah ini mengirimkan mobil tangki BBM dan LPG menggunakan Landing Craft Tank atau LCT.

Region Manager Comm. & CSR Pertamina Kalimantan, Yudi Nugraha mengatakan bantuan logistik dan LPG sudah dikirimkan menggunakan MV Ungaran pada 1 Oktober lalu. “Sebelumnya Pertamina juga mengirimkan 22 relawan operator SPBU, bantuan logistik dan makanan sehari-hari serta 250 tabung LPG dan 12 ribu liter solar menggunakan Air Tractor,” kata Yudi Nugraha (7/10).

Bantuan yang dikirim kali ini berupa 4 unit mobil tangki BBM dan 500 tabung LPG takaran 5,5 Kg. Penyaluran kali ini, lanjut Yudi sesuai observasi tim Pertamina Peduli untuk mendukung normalisasi ketersediaan energi di lokasi bencana. “Mobil tangki itu telah dilengkapi dispenser otomatis dengan kapasitas per unit sebesar 5 ribu Liter. Kami kerahkan pula 8 orang awak mobil tangki untuk mendukung operasional penyaluran BBM,” jelasnya.

Dikerahkannya mobil tangki khusus itu diharapkan penyaluran BBM lebih lancar dan menjangkau berbagai titik di Palu dan Donggala.

Komunitas Tionghoa di Samarinda tak ketinggalan membantu sesama dengan menyumbang senilai Rp2,4 miliar berupa barang. 

Wagub Hadi Mulyadi mengapresiasi. “Ini wujud toleransi paling nyata,” kata Hadi Mulyadi.

Adalah Untung Brawijaya, atau yang karib disapa Koh Atung, Sosok dibalik bantuan sejumlah Rp2,4 miliar tersebut. 

Kepada Koran Kaltim, Atung mengaku meski memang kebanyakan bantuan datang dari komunitas Tionghoa, namun tak sedikit masyarakat Samarinda lain turut memberikan bantuan.

“Ini bantuan dari masyarakat se-Samarinda,” kata dia.

Ditanya bagaimana dirinya mengumpulkan bantuan hingga sebanyak itu, Atung mengaku tak ada cara khusus dilakukannya. “Jadi mereka sukarela semua. Dari mulut ke mulut saja,” akunya. (hn/rs)


Kedaluwarsa, Obat Bantuan India Untuk Gempa Sulteng Dikembalikan

Senin, 08/10/2018

Cover Koran Kaltim

Share

Berita Terkait