Kamis, 19/07/2018

SERENTAK TOLAK AKUISISI PERTAGAS

Kamis, 19/07/2018

Share
Join Grup Telegram Koran Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/+SsC4jer3I5syZWU1 atau klik tombol dibawah ini.

Grup Telegram Koran Kaltim

kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dahulu di ponsel.

SERENTAK TOLAK AKUISISI PERTAGAS

Kamis, 19/07/2018

logo

BALIKPAPAN - Pekerja Pertamina se-Kalimantan menggelar demonstrasi serentak menolak akuisisi PT Pertamina Gas (Pertagas) oleh PT Perusahaan Gas Negara (PGN). Di Balikpapan, aksi itu dikomandoi Serikat Pekerja (SP) Mathilda di kawasan kilang Pertamina RU V.

Ketua SP Mathilda, Mugiyanto mengatakan, aksi yang dinamakan Bela Pertamina bertujuan untuk menekan Kementerian BUMN yang dianggap telah menggembosi bisnis Pertamina.

“Kita himpun seluruh pekerja untuk menentang keras akuisisi Pertagas ke PGN yang dicanangkan Kementerian BUMN karena Pertagas adalah bisnis gemuk milik Pertamina dan kontribusinya cukup besar untuk negara dan bangsa,” kata Mugiyanto (18/7).

Menurutnya, sekitar 24 persen keuntungan bisnis Pertamina disumbang oleh Pertagas. “Kalau diakusisi ke PGN, dilebur ke Perseroan Terbuka, jadi kita kehilangan aset yang strategis. Itu yang kami lawan,” tegasnya.

Adanya akuisisi itu dirasakan pekerja berupa berkurangnya pendapatan Pertamina dan membuat keuangan perusahaan migas milik negara itu menjadi mengkhawatirkan. Sehingga bisa menjadi kendala untuk membiayai proyek-proyek besar seperti perluasan areal kilang pengolahan atau RDMP baik di Cilacap maupun di Balikpapan.

“Kalau kondisinya masih seperti ini, maka bisa dipastikan proyek RDMP itu tidak akan berjalan,” ucapnya seraya menyebut  aksi yang dilakukan kali ini masih bersifat lokal dan puncaknya pada 20 Juli besok.

“Kami akan berkumpul di kantor Pertamina pusat kemudian bergerak ke Kementerian BUMN di Jakarta. Kita akan duduki dan menyampaikan aspirasi di sana, lalu berlanjut ke Kementerian ESDM karena selama ini kurang berpihak kepada Pertamina,” ujarnya.

Gerakan itu, lanjut Mugiyanto, akan terus dilakukan oleh pekerja Pertamina seluruh Indonesia sampai tuntutan mereka didengar pemerintah. “50 pekerja Pertamina di Balikpapan siap berangkat ke Jakarta untuk bergabung bersama ribuan pekerja lainnya dari sentra operasi dari Sabang sampai Merauke,” ungkapnya.

Sementara untuk ancaman penghentian distribusi gas ke juga masih berlaku. Bahkan seluruh produksi termasuk distribusi BBM juga diancam setop sementara.

“Kita lihat dulu reaksi pemerintah pasca aksi 20 Juli nanti. Apabila tidak didengar, maka akan ada aksi yang memberi dampak langsung ke masyarakat. Kami minta maaf,” ucapnya.

Dalam aksi yang dilakukan ratusan pekerja di areal kilang pengolahan diisi dengan orasi dan pembacaan puisi yang isinya berupa tuntutan penolakan akuisisi. Bahkan didukung pula oleh pihak manajemen.

“Siapa mau nekan kami. Manajemen malah ikut bergabung dan ikut berorasi juga, diwakili oleh Senior Manajer Operation and Manufacturing atau SMOM karena general manager sedang berada di Jakarta,” tandasnya.

Akuisisi di anggap berpotensi merugikan Pertamina karena harus menanggung hutang PGN sebesar 1,93 miliar USD dan aset 6,2 miliar USD. Mengigat, PGN merupakan perusahaan terbuka yang 43 persen sahamnya didominasi asing. (hn518)

AKUISISI RUGIKAN PERTAMINA

1. Serikat Pekerja Pertamina Mathilda menggelar aksi di kilang Pertamina RU V

2. Mereka menolak akuisisi saham PT Pertagas oleh PT PGN

3. Akusisi dianggap menggembosi Pertamina karena sekitar 24 persen keuntungan Pertamina bersumber dari Pertagas 

4. Akuisisi mengancam kelanjutan perluasan kilang Balikpapan

5. Karyawan Pertamina mengancam akan menghentikan suplai gas dan BBM ke masyarakat.

6. Aksi puncak akan digelar di Jakarta pada 20 Juli besok


SERENTAK TOLAK AKUISISI PERTAGAS

Kamis, 19/07/2018

Share

Berita Terkait