"Saya tidak pernah mengalami masalah seperti itu sepanjang karier saya di MotoGP. Mungkin tekanan berkurang, tetapi kemudian saya memainkan tuas. Saya sibuk mengatur itu, di setiap tikungan pada setiap lap. Saya tak bisa berbuat apa-apa. Motor tidak mungkin dihentikan, jadi saya lompat," kata Vinales.
"Saya paham remnya rusak atau terjadi sesuatu. Jadi saya putuskan lompat. Itu yang terjadi dan kami kalah dan menang bersama dan kami akan mencoba kembali lebih kuat," sambungnya seperti dikutip korankaltim.com dari cnnindonesia.com.
Vinales sudah mengeluhkan masalah rem sejak menyelesaikan MotoGP Austria pekan lalu. Sepanjang balapan MotoGP Styria, sebelum memutuskan lompat pada lap ke-17, Vinales pun sempat merasa rem tidak bekerja dengan baik di beberapa lap sebelumnya.
"Sejujurnya saya tak pernah mengalami masalah dengan rem depan. Saya baru mengalaminya di sini. Saya harus setop, tetapi tak bisa. Saya ingin finis, meskipun hanya mendapat satu poin. Saya selalu berusaha memberi yang terbaik dan itulah mengapa saya memiliki jatuh di lintasan," terang Vinales dikutip dari Speedweek.
Gagal mendapat poin di MotoGP Styria, Vinales kini hanya menempati peringkat kelima di klasemen dengan 49 poin. Vinales tertinggal 21 poin dari Fabio Quartararo yang berada di peringkat pertama. Balapan MotoGP selanjutnya akan berlangsung di MotoGP San Marino, 13 September mendatang. (*)
Editor : Aspian Nur
Berita ini sudah tayang di cnnindonesia.com hari Senin 24 Agustus 2020 dengan judul Alasan Vinales Nekat Lompat dari Motor di MotoGP Styria