Ada 16 tim yang berlaga dengan format setengah kompetisi ini, dibagi 4 grup dan masing-masing grup akan lolos 2 klub juara dan runner-up grup, kemudian menuju 8 besar mengerucut jadi semifinal dan final.
Ketua Panitia Pelaksana Liga 1 Askab PSSI Kukar tahun 2022 Kompol Suwarno mengatakan, mereka mendapat perintah dari Ketua Askab PSSI Kukar Ardinansyah untuk melaksanakan kompetisi sesuai dengan arahan Asprov PSSI Kaltim.
"Kompetisi ini disamping untuk meningkatkan kemampuan pembinaan anak-anak juga untuk memantau bibit pesepak bola lokal asli Kukar," kata Suwarno kepada Korankaltim.com, Jumat (4/8/2023).
Askab PSSI Kukar akan membentuk tim pencarian bibit atau talent scouting yang tugasnya memantau anak-anak yang memang disyaratkan pada seluruh tim peserta kompetisi liga 1 yang wajib memainkan dua pemain berusia 16 dan 17 tahun. Kalau pun bermain sepanjang laga dan ada pergantian pergantian pemain yang masuk ke lapangan harus berusia sama.
"Setiap tim wajib memainkan dua pemain usia 16-17 tahun, minimal dalam setiap bertanding harus ada dua pemain yang berada di lapangan," papar Suwarno.
PSSI Kukar akan memantau dan menyeleksi pemain muda ini untuk persiapan Kukar guna mempertahankan emas Pekan Olahraga Provinsi (Poprov) yang tahun 2026 mendatang berlangsung di Kabupaten Paser.
Syarat utama bagi tim peserta Liga 1 ini, seluruh pemain harus ber-KTP Kukar. "Kami tidak mau nanti ada pemain selain dari Kukar, harus pemain lokal," tegas Suwarno yang juga wakil ketua umum Askab PSSI Kukar ini.
"Kami minta semua tim yang bertanding mengutamakan keamanan, ditekankan kepada masing-masing tim memiliki tanggungjawab menjaga tim nya untuk menghindari hal-hal provokatif, kemudian menjadi peserta liga dengan baik dan mematuhi semua syarat yang telah ditetapkan," tutup Suwarno.
Editor: Aspian Nur