Kepala Diskominfo Kaltim Muhammad Faisal menyampaikan, awalnya target yang ingin dipasang internet gratis sebanyak 716 desa, tetapi nyatanya saat ini jaringan internet telah terpasang di 802 desa, melebihi target meskipun belum seluruh desa di Benua Etam terlayani.
“Jika berdasarkan target RPJMD kami hanya 716 desa, realisasinya sudah 802 desa. Kalau dihitung, capaiannya 112 persen,” ujar Faisal kepada Korankaltim.com Selasa (6/1/2026).
Total desa di Kaltim berjumlah 841 desa yang dari jumlah tersebut masih terdapat sekitar 39 desa yang belum terpasang internet. Sebagian besar kendala disebabkan oleh ketiadaan pasokan listrik.
“Sebanyak 125 desa memang tidak memiliki listrik. Ini yang menjadi kendala utama, karena urusan listrik bukan kewenangan Diskominfo,” tegasnya.
Meski demikian Diskominfo tetap berupaya melakukan pemasangan pada beberapa desa tanpa listrik dengan memanfaatkan sumber energi alternatif seperti genset atau tenaga surya. Namun pola penggunaan listrik di desa menjadi tantangan tersendiri karena ketika genset mati, jaringan internet juga ikut terhenti.
Dalam mendukung konektivitas, Diskominfo menggunakan berbagai teknologi, mulai dari fiber optik, jaringan nirkabel (wireless), hingga satelit seperti VSAT dan Starlink. Penggunaan satelit menjadi pilihan paling cepat karena tidak memerlukan pembangunan menara atau penarikan fiber optik.
“Pembangunan tower tahun ini tidak ada. Paling mudah dan murah itu pakai satelit karena tidak perlu bangun infrastruktur fisik,” jelas Faisal.
Editor: Aspian Nur