“Mohon doanya kita bersama, bersatu, berdaulat mewujudkan masyarakat adil dan makmur, Indonesia maju. Tentunya menuju Indonesia Emas 2045 dan sesuai visi Kalimantan Timur Sukses Menuju Generasi Emas 2030,” imbuhnya.
Kaltim saat ini, lanjut Harum, sudah menjadi etalase Indonesia dengan ditetapkan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang berada di wilayah Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU). Yang jika tidak ada aral melintang, pada 2028 pusat pemerintahan Republik Indonesia akan pindah ke IKN.
“Maka kita harus siap. Bagaimana masyarakat Kaltim siap bersaing, berkompetisi, karena kita akan hidup berdampingan dengan seluruh masyarakat dari Sabang sampai Merauke, dari Pulau Miangas sampai Pulau Rote,” kata Harum.
Untuk itu, ujar Harum, masyarakat Kaltim khususnya anak-anak generasi penerus wajib mengenyam dan mendapatkan pendidikan yang layak, pelayanan kesehatan yang baik dan infrastruktur yang strategis, serta pelayanan-pelayanan sosial yang sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM).
“Yang tidak kalah penting, bagaimana masyarakat kita ini keluar dari angka kemiskinan yang cukup tinggi, yaitu 5,78 persen. Begitu juga tingkat pengangguran, itu tidak lain tidak bukan tercermin dari banyaknya anak-anak kita yang sekolahnya tidak lulus jenjang SMA. Itulah makanya program dari Pemprov Kaltim bagaimana anak-anak kita semuanya bisa mengenyam pendidikan sampai jenjang S3,” jelasnya.
“Karena kalau hanya lulusan SMP itu akan menjadi tanggung jawab kita semuanya. Kalau sampai SMA hanya mampu menghidupi diri sendiri saja. Tapi kalau sudah sampai pendidikan tinggi apalagi sampai S2-S3 maka akan banyak masyarakat yang bisa dihidupi,” pungkas Harum.
Sebelumnya, Gubernur Kaltim Dr H Rudy Mas'ud menjadi Inspektur Upacara (Irup) Peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Stadion Madya Gelora Kadrie Oening Samarinda, Minggu 17 Agustus 2025.
Upacara peringatan hari kemerdekaan Indonesia berlangsung dalam suasana khidmat, meski sempat diguyur gerimis. Semua petugas tetap dapat melakukan seluruh rangkaian upacara dengan sukses dan lancar.
Gubernur Kaltim Dr H Rudy Mas'ud membacakan Teks Pancasila, sementara Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas'ud membacakan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
Upacara diikuti perwakilan TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara dan Kepolisian RI. Selain itu juga hadir perwakilan pelajar dan mahasiswa, organisasi masyarakat dan pemuda, serta pegawai di lingkungan Pemprov Kaltim.
Proses pengibaran Sang Merah Putih dilakukan 40 pelajar SMA/SMK dari 10 kabupaten dan kota di Kaltim. Paskibraka dipimpin Letda ADM M Septian Hari P.
Komandan Kelompok 8 (Kelompok Pengibar Bendera) adalah Randy Aditya Pratama dari SMA IT Yabis Bontang. Penggerek bendera Fathan Adi Ardani berasal dari SMA Negeri 7 Balikpapan, pembentang bendera Fakhry Afandi Rasyid dari SMA Negeri 1 Penajam Paser Utara. Sementara pembawa baki Firda Arrum dari SMA Negeri 2 Berau. Dan Komandan Kelompok 17 Muhammad Yusril SMK Negeri 2 Sangatta Utara.
Setelah seluruh rangkaian Upacara HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia selesai, Gubernur Kaltim Dr H Rudy Mas'ud secara spontan turun langsung ke lapangan upacara untuk memberi ucapan selamat dan terima kasih kepada Komandan Upacara dan seluruh pendukung atas sukses pelaksanaan upacara.
"Terima kasih. Selamat dan salut. Upacara hari kemerdekaan hari berlangsung sukses dan lancar. Sekali lagi, terima kasih," ucap Gubernur Harum singkat.
Acara juga dimeriahkan atraksi berbagai tampilan marching band. Antara lain SMK Pelayaran Samarinda dan SKOI Samarinda, SMA Negeri 1 Tenggarong dan SMA Medika Samarinda, serta SMA Negeri 2 Tenggarang dan SMK Negeri 10 Samarinda.
Hadir Forkopimda Kaltim, Wagub Kaltim Seno Aji, Sekda Kaltim Sri Wahyuni dan para tokoh masyarakat Kaltim. Tampak juga mantan Wakil Gubernur Kaltim Farid Wadjdy dan mantan Sekda Kaltim Meiliana. (*/her/sul/ky)