Sebagai wakil rakyat dari Dapil Bontang, Kutim dan Berau, Agus menilai pembangunan di wilayah terpencil masih menghadapi tantangan serius. Masyarakat Sandaran masih bergulat dengan masalah infrastruktur yang mendasar.
Jalan rusak, akses listrik terbatas, dan kesulitan mendapatkan air bersih menjadi persoalan yang terus membayangi kehidupan sehari-hari warga.
Meski pembangunan telah dimulai oleh Pemkab Kutim dibawah kepemimpinan Bupati Ardiansyah Sulaiman melalui skema multiyears, namun Agus menyoroti lemahnya pelaksanaan di lapangan. Dirinya menilai pihak ketiga atau kontraktor belum menunjukkan kinerja maksimal.
“Masalah utamanya ada di implementasi. Bukan rencana yang kurang tapi pelaksana proyek yang tidak menjalankan tugasnya secara optimal,” sebut Agusriansyah kepada Korankaltim.com Kamis (15/5/2025).
Kendati demikian, ia mengapresiasi langkah nyata Pemkab Kutim yang tetap konsisten mengalokasikan anggaran tambahan untuk pembangunan jalan di Sandaran tahun ini.
Politisi PKS itu menyebut kebijakan itu sebagai bukti keseriusan pemerintah daerah dalam memperluas jangkauan pembangunan hingga ke pelosok.
“Saya sangat menghargai upaya Pemkab Kutim yang tidak hanya melanjutkan, tapi juga meningkatkan anggaran untuk infrastruktur Sandaran. Ini langkah yang perlu terus didorong demi pemerataan pembangunan,” ucapnya.
Bupati Ardiansyah Sulaiman sebelumnya telah mengungkapkan rencana pembukaan jalan sepanjang 17,47 kilometer dari Desa Manubar menuju Tanjung Mangkalihat. Proyek ini dirancang untuk memanfaatkan lahan berstatus Areal Penggunaan Lain (APL) agar tidak merusak kawasan hutan lindung.
Pembangunan tersebut bertujuan membuka isolasi sejumlah desa di Sandaran yang selama ini belum memiliki akses transportasi darat. Saat ini kata Agusriansyah, persiapan teknis telah selesai dan pembukaan badan jalan dijadwalkan mulai tahun ini. Sementara pengerasan jalan akan dianggarkan dalam APBD tahun berikutnya.
Editor: Aspian Nur