Usai melayani nafsu si pria, dirinya langsung ke kamar mandi untuk bersih-bersih, dan saat keluar dari toilet, ternyata laki-laki itu sudah tidak ada, uang dan perhiasan emasnya pun turut raib. Akhirnya, dirinya pun bergegas berlari ke reseptionis untuk menanyakan tamu yang bersamanya, tetapi reseptionis mengaku tidak tahu.
Dan ia pun menanyakan identitas pria tersebut, kemudian diberikan berupa sebuah Kartu Tanda Penduduk (KTP). Merasa dirugikan oleh sang tamu, akhirnya ia pun melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Samarinda Ulu, guna proses lebih lanjut.
Pasca membuat laporan itu pun, dirinya meminta pendampingan dengan Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Korwil Kaltim, terkait perkaranya tersebut.
"Jadi, dia setelah kejadian itu langsung laporan di Polsek Samarinda Ulu, dia menghubungi kami TRC PPA, minta untuk didampingi," kata Ketua TRC PPA Korwil Kaltim Rina Zainun saat dikonfirmasi melalui ponselnya, Senin (19/2/2024) hari ini.
"Dan saat ini pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan, terkait kasusnya," sambungnya.
Untuk kejadiannya sendiri Rina menyebutkan terjadi pada Jumat (9/2/2024) sekitar pukul 04.30 WITA di salah satu guest house yang ada di Kecamatan Samarinda Ulu.
"Awalnya dia dibooking melalui aplikasi hijau, setelah sepakat akhirnya, AN ini mendatangi penginapan yang sudah dipesan oleh tamunya itu. Saat tiba dan masuk ke dalam kamar, kondisi gelap, tetapi dia tidak curiga, jadi langsung melayani pria itu, dalam kondisi gelap, setelah selesai langsung ke kamar mandi bersih-bersih," ungkapnya.
Ternyata, saat keluar dari toilet, tamunya sudah tidak ada, sedangkan kondisi tas miliknya terbuka, kemudian dicek, uang dan emasnya hilang.
"Ditanya ke reseptionis, tidak tahu, terus dia fotolah KTP terduga pelaku yang pesan kamar, di-posting ke akun facebooknya, ternyata istri yang punya KTP marah-marah dan tidak terima, pencemaran nama baik katanya, terus dihapus postingannya, dia minta maaf ke istri yang punya KTP, padahal kan posisinya KTP diberikan sama resepsionisnya," bebernya.
Tambah Rina, ternyata pemilik KTP tersebut mengenali AN lantaran pernah membantu AN untuk mengurus kredit motornya.
"Di sini dia malah justru mengaku diancam, diminta sejumlah uang, kalau tidak motornya itu diambil, katanya orang lising. Tetapi, korban ini bilangnya juga lupa sama orang itu," terangnya.
Ia pun menduga kejadian yang menimpa AN ini sudah direncanakan dan para pelaku merupakan komplotan. "Kemungkinan seperti itu, karena kan saling terkait satu sama lain, tetapi pastinya dari kepolisian sudah ke TKP dan sedang ditelusuri, terkait dugaan itu," pungkasnya.
Editor: Maruly Z