Ricky Naldo Chairul menyampaikan jika bubuk kristal putih tersebut berasal dari Negeri Jiran, Malaysia. Hal ini terlihat dari kemasan yang digunakan yakni teh hijau.
"Kalau dilihat dari kemasannya ini barang (sabu-sabu) dari Malaysia, seperti ungkapan-ungkapan sebelumnya kan sama," ujarnya saat diwawancara awak media, Kamis (19/1/2022).
Ricky juga mengungkapkan untuk jalur masuk barang tersebut berbeda, banyak jalan 'tikus', yang digunakan para pelaku.
"Banyak jalan-jalan tikus masuk ke Kaltim dan kalau dilihat ya barangnya dari Samarinda dikirim ke Berau, ini hanya untuk mengelabui saja, atau ya di Berau tidak ada pengendalinya," terangnya.
Sehingga tambah Ricky mereka ini menggunakan jaringan di Lapas, sebagai pengendali barang haram tersebut, dan hal ini diakuinya sudah menjadi rahasia umum.
"Pengendali ada di LP, makanya polisi bekerjasama dengan LP untuk mengungkap jaringan ini," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Satreskoba Polresta Samarinda berhasil mengungkap jaringan narkoba pada Minggu (16/1/2022) lalu di Jalan Aminah Syukur Gang Mulia RT 028 Kelurahan Karang Mumus Kecamatan Samarinda Kota.
Dalam ungakapannya petugas mengamankan dua pelaku yakni RF (31) dengan barang bukti 2 kg sabu-sabu, kemudian dari hasil pengembangan barang diperoleh dari wanita berinisial VR (36), yang mana VR mendapatkan barang tersebut dari RK (WBP).
Penulis: Nancy
Editor : Bambang Irawan