Kemendikbud Ristek Bakal Dipecah jadi 4, Hetifah Bakal Advokasi Kepentingan Kaltim
2 menit baca426 kali dibaca

Penulis: Claudius Vico
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) bakal dipecah setelah Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dilantik jadi Presiden dan Wakil Presiden RI pada 20 Oktober lusa.
Hal ini diungkapkan anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Kaltim Hetifah Sjaifudian kepada Korankaltim.com Jumat (18/10/2024) hari ini.
Legislator Partai Golongan Karya (Golkar) itu mengatakan, dipecahnya Kemendikbud Ristek tersebut merupakan konsekuensi dari visi jangka panjang yang ingin dicapai pemerintah, yakni Generasi Emas pada tahun 2045.
“Pemerintah ingin di tahun 2045 sudah seperti itu (generasi emas). Pendidikan itu kan soal partisipasi, soal kesempatan kerja jadi harus dimulai dari sekarang. Tidak mungkin jangka panjang tercapai kalau capaian 5 tahunnya tidak jelas,” ujar Hetifah.
Dengan adanya pemecahan tersebut, Hetifah mengaku DPR terus mengejar untuk memastikan apakah regulasi terkait system pendidikan sudah berjalan dengan baik. Selain itu, ia juga menyinggung bagaimana penggunaan anggaran mandatory spending atau anggaran wajib untuk pendidikan sebesar 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) benar-benar terlaksana dengan baik.
“Kenyataannya Kemendikbud saja itu cuma Rp90 Triliun, padahal pemerintah punya Rp700 Triliun. Kami akan memeriksa bagaimana efektivitas dari anggaran itu,” ungkap Hetifah.
Untuk diketahui, Kemendikbud Ristek bakal dipecah menjadi 4 kementerian, yakni Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Kebudayaan, Kementerian Pendidikan Tinggi dan Kementerian Riset.
Hal ini dimaksudkan agar terjadi fokus dalam capaian-capaian target yang telah ditetapkan pemerintah. Untuk itu Hetifah berharap nantinya 4 kementerian tersebut, bisa menyelesaikan sejumlah permasalahan menahhun yang selama ini dihadapi seperti persoalan infrastruktur, kesejahteraan guru hingga persoalan kurikulum. “Pemecahan itu supaya fokus, syukur-syukur anggarannya jadi 4 kali lipat,” harapnya.
Selain itu Hetifah juga mengaku akan mengadvokasi kepentingan Kaltim atas pemecahan kementerian ini. Lantaran, dengan adanya Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kaltim, maka wilayah ini akan menjadi etalase bangsa. Dia bilang, jangan sampai Sumber Daya Manusia (SDM) lokal di Kaltim justru tidak mendapat manfaat dari pemindahan IKN ini. “Saya ingin memastikan Kaltim menyiapkan diri. Kuncinya ada di SDM,” tutup Hetifah.
Editor: Aspian Nur










