Ikuti Festival Fiksi di Jakarta, Empat Siswa SMAN 10 Samarinda Bawa Pulang Medali Perunggu
2 menit baca442 kali dibaca

Penulis : Rahmat Surya
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Prestasi membanggakan ditorehkan empat siswa SMAN 10 Samarinda.
Tampil pada Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (Fiksi) 2024 yang berlangsung sejak tanggal 24 hingga 28 September di Jakarta, mereka membawa pulang medali perunggu dari ajang tersebut.
Kepala SMAN 10 Samarinda Fathur Rachim mengatakan,
siswa yang meraih perunggu dari Tim Benuaq Beauty yang terdiri dari Al Fath Rifat Dafid Maulana, siswa Kelas XII-2, serta Virtaratu Mozashifa, yang merupakan siswi kelas XII-3 dengan Guru Pembimbing Hj Watini.
Medali yang diperoleh siswanya dari kompetisi inovasi bidang Budidaya dan Lintas Usaha,
Medali yang sama, juga diperoleh Tim Tradisphoria, yang berkompetisi pada bidang Fashion, yang terdiri dari Keisya Adelia Putri, siswi kelas XII-2, serta Uni Anisa Risqina, yang juga siswi kelas XII-2, dengan Guru Pembimbing Noor Hikmah.
"Fiksi ini biasanya didominasi SMK, tapi SMA 10 Samarinda juga mulai menggarapnya dan membekali siswa dengan kemampuan kreativitas, inovasi dan kewirausahaan. Ini jadi 2 perunggu pertama sepanjang SMA 10 berdiri," papar Fathur, dikonfirmasi Sabtu (29/9/2024) malam.
Dirinya bangga dan berterima kasih atas dukungan semua pihak, sehingga prestasi tersebut bisa diraih para siswanya.
SMAN 10 Samarinda menjadi satu-satunya peserta jenjang SMA yang mewakili Kaltim dalam kompetisi bergengsi ini.
"Perunggu ini tidak hanya untuk SMA 10, tapi juga untuk Kaltim," tegasnya.
Pada ajang Fiksi tahun 2024, menampilkan bakat kewirausahaan dari 338 siswa jenjang SMA/MA dan SMK seluruh Indonesia. Kegiatan tersebut digelar oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI) untuk mengasah kemampuan bisnis dan inovasi para siswa.
Para siswa yang mengikuti kompetisi ini berasal dari 23 provinsi di Indonesia, termasuk D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, hingga Papua Selatan, dan mereka bersaing dalam mengajukan proyek bisnis yang telah dipersiapkan dengan matang, sehingga diharapkan mampu memberikan solusi konkret bagi tantangan ekonomi di masa depan di Indonesia.
Editor Aspian Nur










