"Samboja ini akan masuk IKN, tujuan kami memilih tempat disini mengajak masyarakat untuk paham literasi dan menggali potensi disini," jelas, Kepala Diarpus Aji Lina Rodiah saat diwawancarai, Rabu (14/8/2024) kemarin.
Kata dia, mengingat Kecamatan Samboja akan menjadi bagian IKN sehingga perlu penggalian secara literatur mengenai sejarah dan potensi kekayaan alam yang dimiliki Kecamatan Samboja.
Agenda FGD ini juga tidak hanya sesekali, tetapi akan dilakukan kajian rutin untuk membuka jendela dunia melalui dialog dan diskusi bersama khalayak umum. "Disini kita juga gali potensi ekonomi kreatif dalam peningkatkan literasi minat baca masyarakat," sebutnya.
Setelah FGD ini tentunya Diarpus Kukar akan mengkaji sebagai bahan literatur dan mencari alternatif bagaimana membaca menjadi sebuah kegemaraan.
"Kedepan kami masih menjajaki kecamatan mana yang akan dijadikan sebagai locus pengembangan literasi di Kukar," pesannya.
Sementara ditambahkan melalui penggiat Taman Baca Masyarakat (TBM) Rulika, Warlina mengatakan mini perpustakaan yang berada di Kecamatan Samboja ini merupakan satu-satunya perpustakaan masyarakat di Kukar lolos seleksi perpustakaan nasional mendapatkan hibah buku bacaan.
"Kita bersyukur menjadi satu-satunya, yang terpilih dari Perpusnas mewakili Kukar mendapatkan bantuan buku bacaan, kebetulan koleksi kita juga sudah lama terbitannya," ungkapnya.
Berdiri sekitar enam tahun, kebanyakan yang gemar membaca anak TK dan SD, TBM juga difungsikan sebagai ragam kreativitas anak dalam mengembangkan minat dan bakat. "Jadi setelah membaca anak-anak itu paham hobi apa yang akan dilakukan sehingga bisa menumbuhkan rasa produktif," pungkasnya. (*)