Menurutnya, penanaman moral dan pemikiran yang baik kepada seluruh pelajar di Samarinda ini, dinilai penting setelah melihat banyaknya kasus moral dan pemikiran anak muda yang kurang baik saat ini.
Karena terlepas daripada peningkatan nilai akademik, Joni menekankan Kota Tepian akan lebih maju apabila generasi penerus bangsa memiliki kepribadian yang baik. “Agar kedepannya bisa membantu membentuk daerah tempat tinggalnya lebih berkembang,” ujar Joni kepada Korankaltim.com Rabu (17/7/2024).
Pemerintah Kota Samarinda diharapkan tidak hanya berfokus mengembangkan dan meningkatkan infrastruktur sementara, generasi muda bangsa tidak dididik untuk menjaga seluruh capaian tersebut.
Tidak hanya di bangku SMP, penanaman karakter harus dimulai sejak usia dini, yakni PAUD, TK dan SD. “Jangan hanya mengembangkan infrastruktur, tanamkan terus pendidikan karakter. Kalau SMP itu sudah mulai terbentuk jadi udah mulai ngerti jika sudah ditanamkan mulai kecil, kan gitu,” paparnya. “Tapi kalau seandainya dasarnya belum tidak bisa juga dan intinya mental anak harus dibentuk,” tegas Joni.
Sangat banyak contoh kurangnya kesadaran diri individu masyarakat yang kurang mendapatkan pendidikan moral di bangku sekolah. Seperti perilaku membuang sampah sembarangan yang sangat membahayakan keselamatan dan kenyamanan masyarakat. “Di Balikpapan, kalau terobos traffich light saat lampu berwarna merah pasti orang Balikpapan bilang “itu pasti orang Samarinda”. Secara mental hal seperti membuktikan kalau mereka (Balikpapan) lebih jauh maju termasuk dalam hal kebersihan dan kesadaran masyarakat kotanya yang sudah terbentuk kalau sepert itu,” paparnya.
Karenanya pendidikan karakter seluruh SDM merupakan elemen terpenting yang harus ditingkatkan, menuju visi Kota Samarinda sebagai Pusat Kota Peradaban.
Editor: Aspian Nur