Prof Abdul Majid (Bidang Ilmu Ulumul Hadis) dan Prof Zamroni (Bidang Ilmu Manajemen Pendidikan Islam) dikukuhkan di Auditorium 22 Dzulhijjah.
Kedua Guru Besar ini dikukhkan langsung oleh Dirjen Pendis Kemenag RI, Prof Muhammad Ali Ramdhani.
Rektor UINSI, Prof Zurqoni dalam sambutannya sebut UINSI pasca transformasi kelembagaan terus berupaya meningkatkan mutu dan kini sedang dalam proses percepatan Guru Besar.
“Selamat kepada Prof Abdul Majid Profesor ke-9 UINSI Samarinda dan Prof Zamroni menjadi Profesor ke-10 UINSI Samarinda,” ucap Prof. Zurqoni.
Ia menuturkan bahwa masih ada tiga usulan guru besar UINSI yang masih dalam proses profiling. Dirinya berhadap dalam waktu dekat SK Guru Besar tersebut bisa keluar.
“Semoga pengukuhan ini bisa menginspirasi dan memotivasi dosen UINSI lainnya untuk mempercepat usulan guru besarnya,” harapnya.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Muhammad Ali Ramdhani menjelaskan capaian seorang guru besar atau professor merupakan hal yang patut disyukuri dan harus dibalas dengan memberikan layanan akademik terbaik bagi mahasiswa.
“Ucapan selamat saya haturkan kepada sahabat-sahabat yang hari ini telah dikukuhkan. Tidak banyak orang yang mengalami proses pengakuan seperti bapak, ini patut disyukuri, dengan menampilkan penampilan yang lebih baik bagi mahasiswa kita dalam layanan akademik,” ucapnya.
Diakhir orasi ilmiahnya, Muhammad Ali Ramdhani berpesan kepada dua Guru Besar baru UINSI untuk menjadi pemimpin teladan, membina bukan menghina, merangkul tanpa memukul.
“Saya percaya dua orang ini orang hebat. Tapi saya berpesan, hati-hati para Profesorku, kata-kata kita untuk mahasiswa adalah ilmu dan perilaku kita adalah teladan. Jaga diri kita baik-baik,” pesannya.
Pengukuhan ini resmi menambah jumlah guru besar di UINSI Samarinda menjadi 10 orang, yaitu (Alm) Prof Nukthoh Arfawie Kurde (Purna Tugas), Prof Siti Muri’ah, (Alm) Prof Akhmad Bukhari, Prof Zurqoni, Prof Mukhamad Ilyasin, Prof Muhammad Nasir, Prof Alfitri, Prof Muhammad Abzar Duraesa, Abdul Majid, dan Prof Zamroni. (")