Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian membuka sosialisasi bertema Semarak Meredeka Belajar Kampus Merdeka Dalam Melahirkan Generasi Unggul ini.
Mempersiapkan sumber daya manusia jelang kehadiran
Ibu Kota Nusantara (IKN) jadi topi bahasan. Berbagai aspek harus disiapkan dengan matang sejak dini, baik aspek lingkungan, ekonomi, sosial, budaya, hingga sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni, terutama SDM warga lokal agar memiliki daya saing mulai dari
sekolah dan perguruan tinggi yang berbasis vokasi agar memiliki daya saing.
"Dalam konteks IKN harusnya lebih banyak lagi Perguruan Tinggi vokasi yang harus dikembangkan," ujar Hetifah.
Saat ini menariknya terdapat Direktorat Jenderal Vokasi di Kemendikbudristek yang menggabungkan antara SMK dan pendidikan tinggi vokasinya.
"Jadi baik itu SMK ataupun Politeknik dua-duanya berada di bawah naungan vokasi,” jelasnya.
Hal ini yang membedakan dengan pendidikan yang umum seperti universitas dan institut yang masuknya dalam kategori bukan di vokasi karena menghasilkan pendidikannya yang akademik.
"Ke depan harus banyak lagi Politeknik dalam konteks IKN," harap Hetifah.
Ia menjelaskan, untuk vokasi ini dilaksanakan tergantung pada kebutuhan pasar, dan karena saat ini dalam proses pembangunan IKN sehingga apapun itu dibutuhkan. Baik dari administrasi, pemerintahan, IT serta kemampuan lain-lainnya.
"Bahkan dibutuhkan juga kemampuan untuk melayani orang-orang yang datang ke sini, hospitality pariwisata, kuliner, tata boga, serta beberapa pendidikan keterampilan lainnya," jelas Hetifah.
Sementara Plt Direktur Kelembagaan dan Sumber Daya Pendidikan Tinggi Vokasi, Kemendikbudristek Muhammad Fajar Subkhan menyampaikan sektor jasa yang ada di Kalimantan Timur sedang berkembang.
“Kami ingin support makanya vokasi hadir untuk mengisi tenaga kerja tidak hanya SMK, di perguruan tinggi vokasi juga jalan,” jelasnya.
Editor Aspian Nur