Mereka mendatangi event Big Bad Wolf di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome, Sabtu (7/10/2023). Bayu Setiawan, anak dari Panti Asuhan Nurul Iman ini memilih buku berlatar belakang sejarah Islam berjudul Konstantinopel Abad ke-17. "Pengin belajar sejarah Sultan Muhammad Al Fatih (Khalifah Utsmaniyah Turki)," ungkapnya sambil malu-malu saat diwawancarai.
Senior Manager Operation and Manufactur PT KPI Unit Balikpapan, Novi Andoyo Anto menjelaskan kegiatan sosial ini merupakan inisiatif para pekerja Pertamina.
"Sebaiknya kan sumbangan itu dalam bentuk yang bisa dirasakan cukup lama. Kebetulan ada Big Bad Wolf," kata Novi.
Dirinya berharap pikiran anak-anak untuk membiasakan membaca kembali terbuka sekaligus mengurangi kecenderungan bermain handphone. Kendati lewat handphone juga bisa mendapatkan beragam informasi.
"Karena kan sekarang membuka pikiran lewat buku sudah mulai jarang, seringkali dengan internet di handphone. Relatif mirip, cuma kalau buku lebih bisa konsentrasi ketimbang handphone," jelasnya.
Selain itu, adanya ajang untuk berbelanja dan membaca buku ini juga menjadi salah satu cara agar anak-anak terhindar dari bahaya narkotika, psikotropika dan obat terlarang atau narkoba.
"Harapan kami anak-anak bisa lebih kreatif dan terhindar dari bahaya narkoba. Sekarang ini Balikpapan sudah rawan sekali," sebut Novi.
Area Manager Communication, Relations and CSR PT KPI Unit Balikpapan, Ely Chandra Peranginangin menambahkan, kegiatan berbelanju buku bersama anak-anak panti asuhan ini baru pertama kali diadakan. "Baru pertama belanja buku, sebelumnya barang kebutuhan," kata Chandra.
Aksi sosial oleh para perwira Pertamina dipastikan tidak terhenti pada belanja buku saja. Melainkan tergantung momen.
"Mudah-mudahan kami bisa terus membantu. Menjadi berkah buat kilang RU V yang tentunya punya kewajiban menyediakan energi bahan bakar buat masyarakat Indonesia," tutup Chandra.
Editor: Aspian Nur