Dosen Teknik Industri Unmul Rancang Kemasan Kerupuk Ikan Pakai Metode Kansei Engineering
2 menit baca461 kali dibaca

Penulis: Faishal Ays
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Tim dosen Teknik Industri Universitas Mulawarman (Unmul) sosialisasikan perancangan kemasan kerupuk ikan memakai metode kansei engineering.
Edukasi ini dilakukan dalam kegiatan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), Selasa (5/9/2023).
Kegiatan PkM yang didukung oleh Program Studi Teknik Industri Unmul ini dilakukan oleh tim dosen yang terdiri dari Dharma Widada, Dutho Suh Utomo, dan Rezha serta dibantu mahasiswa selaku asisten.
Ketua Tim PkM Dharma Widada menyampaikan dilakukan kegiatan ini sebagai upaya dalam membantu proses perancangan produk-produk melalui pendekatan kansei yang mengedepankan aspek emosional atau intuisi pelanggan agar dapat meningkatkan nilai tambah produk-produk kerupuk ikan yang dihasilkan.
Karenanya diharapkan dapat menjadi media pembelajaran kepada pelaku usaha kerupuk ikan dan sejenisnya sekaligus mahasiswa tingkat akhir yang berkeinginan membuka usaha dalam kemasan tertentu.
“Semoga juga terciptanya kepedulian civitas akademika Prodi Teknik Industri terhadap perkembangan usaha dalam kemasan yang terjadi di Samarinda, Kalimantan Timur,” ungkap Dharma.
Senada dengan hal itu, Dutho Suh Utomo mengungkapkan kegiatan PkM ini merupakan salah satu langkah kepedulian dan kontribusi civitas akademika Fakultas Teknik Unmul dalam menjembatani pengetahuan dan kondisi realitas di lapangan.
"Selain kemasan yang atraktif dan menarik, perlu adanya tindak lanjut berupa promosi, branding, dan penggunaan media sosial yang efektif dalam memasarkan produk," ungkap Dutho yang merupakan dosen dengan gelar terakhir Doctor of Engineering dalam bidang Teknik Industri, yang saat ini tertarik pada bidang perancangan produk dan pengembangan UMKM.
Materi-materi sosialisasi PkM ini selain pengenalan pengetahuan tentang kansei yang berfokus pada perasaan konsumen juga meliputi syarat keamanan dan kemanfaatan kemasan, tujuan kemasan dalam hal program pemasaran dan identitas produk, serta meningkatkan nilai atraktif suatu produk.
Tidak lupa pula ditambahkan pengetahuan cara mendesain kemasan dengan mempertimbangkan berbagai aspek seperti dana marketing, target pasar, target konsumen/audiensi, pemilihan bahan material yang aman dan cocok dengan produk, desain visual yang mencakup warna, merek, pelabelan, nama produk, aksara serta tata letak visual agar konsumen mudah menangkap informasi yang ingin disampaikan pada kemasan tersebut.
“Sosialisasi dilakukan dengan menampilkan contoh-contoh di ruangan dan produk-produk yang familiar sehingga para peserta dapat membayangkan apa yang harus dipersiapkan dalam merancang suatu kemasan suatu produk,” lanjut Dutho yang pernah menjabat sebagai Ketua Program Studi Teknik Industri FT Unmul ini. (*)










