Dosen Teknik Industri Unmul Sosialisasikan Perancangan Mebel dengan Metode Kansei
2 menit baca533 kali dibaca

Penulis: Faishal Ays
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Tim dosen Fakultas Teknik Universitas Mulawarman (FT Unmul) Samarinda sosialisasikan perancangan mebel dengan metode kansei. Hal ini dilakukan sebagai bentuk Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).
Tim dosen FT Unmul yang melakukan kegiatan PkM ini yaitu Dutho Suh Utomo, Dharma Widada dan Rezha. Mereka lakukan sosialsasi di Laboratorium Teknik Mesin FT Unmul 5 September 2023, sebagai upaya mendukung pertumbuhan usaha mebel di Samarinda. Menghadirkan 15 orang pelaku mebel dan alumni sebagai peserta.
Dosen pengajar pada program studi Teknik Industri FT Unmul, Dutho Suh Utomo yang juga memiliki konsen pada perancangan produk dan pengembangan UMKM menerangkan usaha mebel terutama untuk fasilitas belajar memiliki potensi besar untuk bertumbuh, namun masih menghasilkan produk-produk mebel fasilitas belajar yang standar.
“Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan sebagai upaya kita dalam membantu proses pencarian ide, desain dan perancangan produk mebel dengan metode kansei agar dapat meningkatkan nilai tambah produk-produk mebel yang dihasilkan,” ungkap Dutho yang merupakan dosen lulusan S3 Teknik Industri dari universitas di Thailand.
Sosialisasi ini berfokus pada peningkatan pengetahuan dalam pengerjaan mebel meliputi aspek kansei yang menggabungkan unsur-unsur emosional atau perasaan manusia ke dalam produk mebel yang ingin dihasilkan.
Dharma Widada menyampaikan bahwa kegiatan PkM ini adalah bentuk kontribusi FT Unmul kepada masyarakat sekaligus menjembatani hasil-hasil penelitian di kampus dan aplikasinya di masyarakat.
"Dalam sosialisasi ini, dosen-dosen FT Unmul ingin memberikan pemahaman tentang strategi perancangan mebel fasilitas belajar dengan metode tertentu," ungkap Dharma yang juga pernah menjabat sebagai Dekan FT Unmul periode 2007-2016.
Strategi perancangan yang dimaksud Dharma yaitu menggunakan metode kansei meliputi Pengumpulan data kansei (perasaan, emosi, intuisi) melalui wawancara, kuesioner dsb; Analisis data untuk menguraikan hubungan antara atribut produk dan respon emosional konsumen, klasifikasi dan pengelompokkan untuk mengidentifikasi atribut yang paling memperngaruhi respon emosional positif customer.
“Serta penerapan pada desain dalam menciptakan produk yang lebih menarik secara emosional bagi konsumen,” terangnya.
Ia menambahkan, peserta juga diberikan pengetahuan tentang bagaimana mengidentifikasi target pasar potensial, memahami perilaku konsumen, serta teknik promosi dan branding yang efektif dalam pemanfaatan media sosial yang semakin beragam dewasa ini.
Selama sosialisasi, para peserta aktif terlibat dalam berbagai studi kasus dengan menggunakan contoh langsung dari usaha mereka dan diberikan panduan praktis dan umpan balik dari fasilitator yang berpengalaman dalam bidang perancangan produk.
"Harapan kita, kegiatan ini dapat menggabungkan pengetahuan akademik dengan penglaman praktis di lapangan sehingga dosen-dosen Teknik Industri Unmul dapat memajukan sektor UMKM dalam bidang mebel dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif," jelasnya.










