Diikuti Tiga Negara, yang Ketiga Kali Unmul Tuan Rumah KAIB di Samarinda
1 menit baca606 kali dibaca

Penulis : M Rafik
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Untuk yang ketiga kalinya, Universitas Mulawarman (Unmul) jadi tuan rumah pelaksana Konferensi Antarbangsa Islam Borneo (KAIB) ke-XIV yang digelar Rabu (6/9/2023) kemarin di Ballroom Hotel Bumi Senyiur, Samarinda.
KAIB sendiri adalah konferensi tahunan yang diselenggarakan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Islam Borneo (PPIB) bekerjasama dengan berbagai universitas dan lembaga pendidikan tinggi yang ada di Kepulauan Borneo, diikuti tiga negara yaitu Indonesia, Brunei Darussalam dan Malaysia.
Ketua Panitia KAIB ke-XIV, Mustofa Agung Sardjono mengatakan kegiatan berlangsung hingga Kamis (7/9/2023) hari ini diikuti 250 peserta. Kegiatan ini sebagai wadah untuk saling memberikan sumbangsih pikiran demi kemajuan KAIB dan universitas juga Perguruan Tinggi.
"Dari 250 peserta itu akan dibagi 11 bidang keahlian, ada bidang politik, sosial, hukum, teknologi, ekonomi dan bidang lainya," kata Agung.
Kegiatan ini sebagai upaya memberikan kontribusi pikiran sekaligus merajut tali silaturahmi bersama umat islam di Tanah Borneo karena KAIB memberikan sumbangsih peradaban dan keilmuan. "Kami yakin Islam akan memberikan dampak positif terhadap masa depan sebuah bangsa," tegas Agung.
Sementara Rektor Unmul Abdunnur menjelaskan, selain meningkatkan keilmuan, KAIB juga untuk pengembangan agama Islam di Pulau Kalimantan, baik dari sejarah dan perkembangannya di Tanah Borneo dan di pulau lainnya.
"Dari pengembangan keilmuan agama ini bisa menjadi suatu pusat peradaban yang berpusat di pulau Kalimantan," sebut Abdunnur.
Mantan Wakil Rektor I ini menyebutkan pengembangan ilmu yang mengedepankan pendekatan keagamaan dari KAIB ini bisa menjadi percontohan bagi daerah lain. Terlebih jelang perpindaha Ibu Kota Nusantara (IKN).
"Dengan adanya IKN tentunya pemahaman ini juga bisa diterapkan, dan peradaban itu yang dapat berkembang di IKN," paparnya.
Founder KAIB Asisten Abdul Razak Bin Abdul Khadir berharap ada satu instansi yang dapat menggabungkan seluruh universitas yang ada di borneo. "Kami ingin mewujudkan sebuah kursi yang nanti akan memanggil seluruh universitas di Borneo," ujar Razak. (*)










