Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek), Nadiem Makarim mengapresiasi kolaborasi bersama Komisi X DPR RI yang terus mendorong peningkatan SDM yang unggul, sehingga anggaran Kemendikbud Ristek tahun 2024 mendapat tambahan.
"Kemendikbud Ristek berkomitmen untuk memastikan capaian program prioritas nasional yang sudah ditetapkan dalam RPJMN 2020-2024 melalui kebijakan Merdeka Belajar," kata dia dalam keterangannya, Jumat (1/9/2023)dikutip Kompas.com.
Selain 2 program prioritas nasional pada 2024, Kemendikbdud Ristek juga melakukan perencanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik bidang pendidikan sebesar Rp15,29 triliun yang digunakan untuk rehabilitasi, penambahan prasarana dan penyediaan sarana pendidikan untuk PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, SLB, dan SKB, serta pembangunan SMA dan SLB.
Selain DAK Fisik, Kemendikbud Ristek melakukan perencanaan DAK Nonfisik bidang pendidikan sebesar Rp 116,31 triliun untuk Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP), Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Museum dan Taman Budaya, serta tunjangan Aparatur Sipil Negara (ASN) daerah.
"Kemendikbud Ristek terus mendorong dalam pengelolaan anggaran pendidikan dan kebudayaan memberikan dampak pada penguatan program-program prioritas dalam memastikan layanan pendidikan, pemajuan kebudayaan, riset dan teknologi lebih berkualitas," jelas Menteri Nadiem. Di 2024, Nadiem menyebut, ada lima arah kebijakan Kemendikbud Ristek 2024.
Pertama, peningkatan PAUD dan pelaksanaan wajib belajar 12 tahun melalui Program Indonesia Pintar (PIP) bagi anak dari keluarga tidak mampu, Beasiswa Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) bagi anak-anak dari daerah tertinggal, penguatan pendidikan kesetaraan, pendidikan inklusif, pendidikan khusus dan layanan khusus, serta Pengembangan Anak Usia Dini Holistik-Integratif (PAUD HI).
Editor: Maruly Zainuddin