SMPIT Nurul Ilmi Tenggarong Jadi Kontributor Pencapaian Rekor MURI
1 menit baca917 kali dibaca

Penulis : Muhammad Heriansyah
KORANKALTIM.COM, TENGGARONG – Prestasi membanggakan didapatkan SMP Islam Terpadu (IT) Nurul Ilmi Tenggarong, Kutai Kartanegara.
Sekolah tersebut mendapat piagam dari Museum Rekor Indonesia (MURI) hasil dari gerakan mereka mendukung literasi. MURI mengapresiasi itu dengan memberikan penghargaan kepada SMP Islam Terpadu Nurul Ilmi sebagai kontributor pencapaian rekor MURI dalam kategori pelatihan literasi kepada guru dan siswa terbanyak yang diberikan Selasa (6/6/2023) kemarin.
Pelatihan literasi digelar oleh Nyalanesia melalui program Gerakan Sekolah Menulis Buku (GSMB) yang berlangsung tahun 2022 lalu sejak Februari hingga Desember.
Kepala SMP IT Nurul Ilmi Ahmad Zainuddin kepada Korankaltim.com Rabu (7/6/2023) pagi ini menjelaskan, pelatihan ditujukan bagi guru dan siswa dengan harapan setelah itu mereka bisa menghasilkan tulisan berupa essai, puisi, cerpen, pantun atau surat. Tulisan-tulisan itu dibukukan dan diterbitkan.
"SMP IT Nurul Ilmi membukukan kumpulan cerpen siswa dengan judul Puspa ragam Harmoni Khayal dan melalui buku ini kami jadi kontributor meraih penghargaan rekor MURI," kata Zainuddin.
GSMB merupakan program yang mengajak sekolah untuk menulis buku sekaligus menjadi peserta lomba. Setiap buku yang diterbitkan oleh program ini akan dinilai oleh dewan juri. Buku terbaik sesuai kategori akan mendapatkan penghargaan.
Buku Pusparagam Harmoni Khayal berisi kumpulan cerpen karya peserta didik SMPIT Nurul Ilmi Tenggarong. Tema cerpen yang diusung dalam buku ini adalah perjuangan, mulai perjuangan meraih prestasi, perjuangan menuntut ilmu, hingga perjuangan meraih cita-cita impian.
"Semua ditulis dengan bahasa sederhana khas anak seusia mereka yang masih banyak memiliki khayalan juga impian. Seperti judul antologi cerpen ini, Pusparagam Harmoni Khayal, semoga ragam cerita yang disampaikan mampu mewakili impian siswa bukan hanya sekadar indah tetapi juga memberikan makna perjuangan di hati pembacanya. Semoga prestasi ini mampu memantik semangat berliterasi di sekolah. Mari nyalakan literasi, nyalakan masa depan," harap Zainuddin.
Editor: Aspian Nur










