Hal itu dibuktikan dengan keberhasilan pemuda yang akrab disapa Reno itu menyumbangkan medali emas dan perunggu saat berlaga di ASEAN Para Games 2023 yang berlangsung di Kamboja. Ajang ini merupakan pesta olahraga multievent tingkat Asia Tenggara untuk penyandang disabilitas yang berlangsung sejak 3 Juni dan berakhir 9 Juni hari Jumat nanti.
Sekadar informasi, Reno menyandang disabilitas berupa lambat dalam berkomunikasi dengan orang lain. Wali Kelas 10E SMAN 2 Unggulan Tanah Grogot Ayu Widyah Puji Lestari menyebut nilai akademis Reno standar dan normal.
"Selama Reno mengikuti berbagai kegiatan dia sering mengikuti pembelajaran secara online, bahkan tugas dari sekolah juga diselesaikan seluruhnya," ucap Widya kepada Korankaltim.com Selasa (6/6/2023).
Widya mengatakan keberhasilan Reno merupakan prestasi yang luar biasa dan jadi motivasi bagi pelajar lainnya.
"Setiap anak memiliki bakat dan potensi masing-masing, termasuk Reno. Keberhasilan ini menjadi dorongan motivasi bagi setiap pelajar dan juga masyarakat di Paser yang menyimpan atlet berprestasi, mampu bersaing di tingkat internasional," tegas Widya.
Dalam kesehariannya di lingkungan Sekolah, Rejo terkenal dengan anak yang ramah dan supel. Hanya saja mengalami kendala saat berkomunikasi dengan teman-temannya. Namun hal tersebut tidak jadi masalah.
"Anaknya ramah dan supel, senang membantu temannya, cuma kalau berkomunikasi terkadang agak terlambat, tapi disini teman-temannya tidak mempermasalahkan hal ini," sebutnya.
Terpisah, Yul Rahmadhani, Ibu Reno menyampaikan, dirinya selalu memberikan dukungan atas bakal yang ada pada diri putra mereka bahkan sejak masih di kelas 1 Sekolah Dasar. Yul berterima kasih kepada pihak SMAN 2 Unggulan Tanah Grogot yang telah mendukung bakat Reno.
"Kami berterima kasih kepada sekolah yang terus memberikan dukungan pada anak kami, semoga keberhasilan anak kami ini juga bisa menjadi motivasi bagi anak yang memiliki keterbatasan dan berkebutuhan khusus," harap Yul.
Editor: Aspian Nur