Pamong Budaya Ahli Muda Sub Koordinator Pembinaan Sejarah Lokal dan Pelestarian Budaya Daerah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara M Agus Syarifudin membuka resmi kegiatan ini.
Agus mengatakan pihaknya memberikan apresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi karena salah satu hal yang penting adalah bahasa daerah Kutai ini dikhawatirkan terancam punah dan menurun penuturnya.
"Penuturnya itu sudah mengalami penurunan, pengaruh bahasa dari luar juga berpengaruh terhadap menurunnya penutur bahasa Kutai. Kegiatan ini sangat kita apresiasi dan kami mengucapkan terima kasih. Insya Allah kita akan support dan dukung kegiatan ini," kata Agus kepada korankaltim.com.
Instansinya
siap mendukung kegiatan lainnya berkaitan dengan peningkatan penggunaan bahasa Kutai di daerah. Diharapkan seluruh peserta yang berasal dari guru-guru asal tiga kabupaten yakni, Kukar, Kubar dan Kutim serta perwakilan dari komunitas kajian bahasa dan sasta Kutai yang berjumlah 86 orang dan dilaksanakan selama empat hari ini bisa menularkan materi pelatihan kepada guru lain di tempatnya masing-masing.
"Sehingga bahasa Kutai ini terus berkembang, tidak khawatir dengan kepunahan. Karena bahasa Kutai ini paling banyak digunakan di Kukar, juga di Kubar dan Kutim, sehingga kami berharap peserta dalam kegiatan ini bisa menularkan ke guru lain," harapnya.
Disdikbud sangat mendukung sekali kegiatan ini dan berharap mudah-mudahan bisa terus dilaksanakan setiap tahunnya kerja sama antara Kemendikbudristek melalui Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan timur dengan Disdikbud kabupaten kota yang lain.
"Bukan hanya dengan Kukar saja tapi dengan kabupaten kota lainnya agar bahasa daerah ini terus bisa berkembang dan dipertahankan," pungkas Agus.
Editor Aspian Nur