Visitasi pertama dilakukan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang meninjau kesiapan UMKT baik dari segi sarana dan prasarana, kelengkapan dokumen pendukung, termasuk syarat harus sudah memiliki program studi dibidang kesehatan seperti keperawatan, kesehatan lingkungan, kesehatan masyarakat, hingga farmasi.
Untuk visitasi kedua dilakukan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Perwakilan Kalimantan yang berkedudukan di Banjarmasin. Dari dua kali visitasi tersebut, UMKT dinilai layak dan sudah mengantongi surat rekomendasi dari kedua lembaga tersebut untuk bisa membuka prodi kedokteran.
Sementara untuk visitasi ketiga rencananya akan dilakukan oleh pihak konsorsium kedokteran dalam waktu dekat, disusul visitasi keempat dari Kementerian Pendidikan. “Tingga dua kali visitasi lagi, setelah dapat semua rekomendasinya, maka kami secepatnya membuka prodi kedokteran ini,” kata Kepala Humas UMKT, Ade Ismail Ramadhan Hamid kepada Koran Kaltim, Rabu (10/5/2023).
Dikatakan Ade, dari segi kesiapan SDM yang akan menjadi tenaga pengajar di prodi tersebut pun sudah dibahas sejak jauh hari. Sedikitnya, ada 20 dokter yang nantinya akan bergabung di UMKT sebagai pengajar baik dari dokter umum maupun spesialis.
Kemudian untuk kesiapan dari segi sarana dan prasarana sendiri, selain memanfaatkan gedung yang sudah ada untuk kegiatan perkuliahan, UMKT juga akan melakukan peresmian gedung baru pada Rabu (17/5/2023) pekan depan.
Rencananya, gedung baru yang memiliki 7 lantai ini akan diresmikan langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir. “Termasuk mahasiswa kedokteran juga nanti kuliahnya menggunakan gedung baru ini. Desain di dalam gedungnya lebih bagus, casual dan gaya milenial khas anak-anak muda,” tambah Ade.
Hadirnya prodi kedokteran di UMKT ini nanti jelas Ade juga sebagai bentuk kontribusi terhadap daerah, apalagi saat ini Kaltim menurutnya masih membutuhkan banyak tenaga dokter agar bisa memberikan pelayanan kesehatan secara maksimal kepada masyarakat.
Dilansir dari kantor berita Antara, Pemprov Kaltim saat ini membutuhkan sekitar dua ribu tenaga dokter lagi untuk bisa memenuhi porsi ideal tenaga kesehatan sesuai dengan rasio standar dari organisasi kesehatan dunia atau World Healt Organization (WHO).
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin belum lama ini juga mengatakan, tenaga dokter yang ada saat ini tercatat berjumlah dua ribu orang. Jumlah itu baru memenuhi 50 persen rasio kebutuhan dokter untuk jumlah penduduk Kaltim yang mendekati angka empat juta jiwa. “Apalagi hadirnya Ibukota Negara (IKN) Nusantara di Kaltim, maka kebutuhan tenaga dokter akan semakin banyak,” terangnya.
Editor: Maruly Zainuddin