Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PGRI Unifah Rasyidi menyampaikan hal ini saat digelarnya Konferensi Kerja Nasional (Konkernas) IV di Samarinda selama tiga hari, 24-26 Februari lalu.
Menurut Unifah, PGRI ingin membangun ekosistem pendidikan dan ingin berkontribusi nyata. “Kami berniat membangun life infrastruktur, untuk memberikan pelatihan digital kepada anak-anak dan pemuda yang ada di IKN. Karena itu kami menginginkan pembangunan gedung guru di IKN,” ujar Unifah kepada Korankaltim.com.
Selain ingin menginjakkan kaki di IKN, Unifah juga menyebutkan alasan lain Kalimantan Timur dipilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan konkernas karena Gubenur Kaltim Isran Noor menjadi satu-satunya gubernur yang mendapatkan Penghargaan Dwija Praja Nugraha pada HUT PGRI di Semarang Desember 2022 lalu.
Pemilihan tersebut sudah berdasarkan penilaian dan tim verifikasi yang sudah diutus oleh PB PGRI. Isran Noor dinilai memiliki komitmen dalam memajukan pendidikan, honorer, dan para guru.
“Kami berharap tahun depan di 2024 saat berkunjung kembali, gedung guru sudah berdiri di IKN, agar kami ada tempat singgah dan melakukan kegiatan,” harap Unifah lagi.
Sementara Ketua Panitia Pelaksana Konkernas Mursyahrin menyebut ada sekitar seribu peserta yang hadir dalam kegiatan ini dengan topik utama yang dibahas adalah nasib pada guru honorer yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota se-Indonesia.
Menurutnya, guru tidak akan bisa bangkit karena masih banyak yang berstatus honorer. “Kami laksanakan konkernas tiga hari, hari terakhir kami berkunjung ke IKN, ingin melihat dari sekian persen pembangunan yang ada di lokasi tersebut belum ada rencana pembangunan gedung guru,” terangnya.
Saat ini gedung guru berada di kawasan Tanah Abang 3, Jakarta. Sedangkan pada 2024 nanti Benua Etam sudah ditetapkan menjadi IKN, karena itulah Mursyahrin menginginkan adanya gedung guru tersebut.
Editor: Aspian Nur