Wakil Rektor I UINSI Samarinda, Muhammad Nasir menjelaskan, bimtek ini ditujukan untuk jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (SPAN-PTKIN) 2023.
“Kami memang setiap tahun mengundang perwakilan SMA/SMK/MA untuk memberikan informasi terkait alur pendaftaran melalui SPAN-PTKIN se-Indonesia ini,” ucap Nasir, ditemui Korankaltim.com, Senin (13/2/2023).
Pada bimtek tersebut juga dijelaskan terkait teknis penyeleksian, proses hingga informasi tanggal pelaksanaan mahasiswa baru ini.
Dari sini, Nasir berharap informasi yang disampaikan akan mempermudah para calon mahasiwa dalam menentukan pilihan program studi.
“Mudah-mudahan dengan kita mengundang mereka, informasi yang diterima juga lebih cepat sampai ke calon mahasiswa, dan mereka bisa memilih program studi yang cocok,” terangnya.
Tahun ini, UINSI Samarinda membuka pendaftaran untuk 2.055 kuota mahasiswa yang dibagi masing-masing 40 persen untuk SPAN, 40 persen UM, dan 20 persen UMAN.
Jalur SPAN-PTKIN ini juga berbarengan dengan pembukaan Ujian Mandiri untuk jejang Strata 2 atau Pascasarjana.
“Kalau Pascasarjana ini modelisasi sendiri, karena tidak ada jalur SPAN dan UM. Yang adanya hanya Ujian Mandiri, sehingga berbeda dengan S1 yang sama hanya waktu pendaftaraannya saja” jelasnya.
Editor: Rusdianto