Selain itu, Scopus juga menjadi tujuan untuk mendapatkan referensi jurnal internasional dengan kualitas yang tinggi, sehingga mahasiswa dan dosen yang membutuhkan referensi berbentuk jurnal bisa mengaksesnya langsung ke link open jurnal system Mazahib https://journal.uinsi.ac.id/index.php/mazahib/index.Menariknya lagi, Scopus sudah menjadi standar publikasi jurnal bagi kalangan dosen di Indonesia.
Dekan Fakultas Syariah UINSI Samarinda, Bambang Iswanto menyebutkan, Jurnal Pemikiran Hukum Islam yang dinamai Mazahib merupakan capaian yang sangat luar biasa bagi civitas akademik Fakultas Syariah, karena menurut Bambang jurnal yang terindeks Scopus baru ada di UINSI Samarinda, Kamis (24/11/2022).
"Karena kan Scopus itu temasuk jurnal yang bereputasi internasional, dan ini jadi tolak ukur. Bagi para pengajar yang ingin naik jenjang akademiknya atau ingin menjadi guru besar, syarat utama tulisan mereka harus masuk dalam jurnal Scopus ini," katanya.
Bambang menjelaskan, bagi penulis di dalam Jurnal Mazahib ini bisa berupa perorangan, atau berupa kelompok yang menulis satu artikel.
"Bagaimana pun kualitas tulisan yang masuk harus berkualitas, karena Jurnal Mazahib ini diwajibkan berbahasa Inggris, dan ada tim penilai yang berasal dari luar, sehingga kualitas tulisan lebih di utamakan tentunya," ucap Bambang.
Di dalam jurnal tersebut Bambang juga menyebutkan, selain menjaga kualitas Jurnal Mazahib dalam segi penilaian, pihaknya juga membatasi untuk penulis lokal atau yang berasal dalam perguruan tinggi sendiri berkisar 30 persen saja, sisanya berasal dari penulis luar.
"Saya menyarankan agar penulis dapat membawa serta mengutamakan penulis-penulis luar negeri, demi menjamin reputasi jurnal berstandar internasional tersebut," Terangnya.
Hal ini bukan tanpa alasan, jika jurnal tersebut masih mementingkan penulis lokal bisa jadi penilaiannya jurnal tersebut menurun, dan jika pun ada penulis dari lokal penilaiannya yang dilakukan tetap berstandar internasional.
Dia juga menerangkan, kriteria penulis sangat banyak, pertama ada basis penelitian, dan referensi nya menggunakan referensi terbaru, serta bersumber dari data yang aktual dan relevan. Sehingga tulisan yang di suguhkan menjadi suatu hal yang baru dan bermanfaat dalam dunia akademisi.
Bambang menambahkan, dengan adanya Jurnal Mazahib yang telah terindeks Scopus, ia menargetian kedepannya Fakultas Syariah akan membentuk jurnal-jurnal baru, dan akan ada 3 jurnal yang kelola dengan tujuannya terakreditasi Scopus, tetapi untuk awal pihaknya akan fokus dahulu pada sinta 2.
"Kita berharap Jurnal Mazahib bisa menjadi penyemangat bagi jurnal-jurnal di Kampus UINSI serta kampus di seluruh Kalimantan Timur, keberadaan jurnal ini juga sangat membantu bagi siapapun yang ingin melanjutkan karir akademisi untuk menjadi guru besar, karena selama ini kita sangat sulit untuk menjadi guru besar, disebabkan karena sulitnya untuk menerbitkan tulisan dalam jurnal tersebut," pungkasnya.
Dengan adanya hal tersebut, Rektor UINSI Samarinda, Mukhammad Ilyasin mengaku bangga atas terindeksnya Jurnal Mazahib di Scopus.
“Jurnal Mazahib diharapkan dapat menjadi mercusuar-akademik bagi keilmuan hukum Islam di Indonesia dan dapat memantik semangat PTKIN lain dalam mengelola jurnal ilmiah,” harapnya.
Penulis: Rahmat Surya
Editor : Rusdi