Kepada Korankaltim.com disela aksi tersebut pagi tadi, Wakil Kepala Kesiswaan SMK Farmasi Roni menjelaskan, aksi ini digelar untuk menuntut suasana sekolah yang tenang dan nyaman.
Pasalnya, saat ini SMK Farmasi yang berada di Gang Bhakti Jalan Pangeran Hidayatullah terbengkalai dan siswa jarang belajar karena adanya masalah internal yayasan.
"Guru dan pihak sekolah mau bagaimanapun, harus ada putusan dan kesepakatan hari ini, karena sudah cukup lama keadaan seperti ini dan imbasnya kepada guru dan siswa," kata Roni.
Sudah tiga bulan gaji guru tidak dibayarkan dan ada permasalahan karena pihak yayasan mendatangkan kepala sekolah baru yang berasal dari luar. "Kepala sekolah yang baru statusnya PNS guru tapi juga kepala sekolah di Husada Prima, kemudian mau menjadi kepala sekolah di SMK Farmasi, apakah sesuai dengan aturannya," tegas Roni.
Para guru dan murid yang melakukan aksi damai hari ini disebabkan karena ketidaktahuan kepala sekolah tersebut dengan program-program yang ada di SMK Farmasi Samarinda.
"Kami tidak mau dipimpin kepala sekolah yang ada sekarang ini karena tidak tahu apa apa, selama akreditasi sekolahan dan PKL (praktek kerja lapangan) siswa yang ada malah ditutup akses sekolah tentang program lainnya
karena posisinya dualisme," ungkap Roni
Sebelumnya para guru di SMK Farmasi telah melakukan mediasi beberapa kali dengan Disdikbud Kaltim, hanya saja tidak ada titik terang dan keputusan.
"Setahu saya sekolah negeri maupun swasta yang berada dibawah naungan Disdikbud Kaltim harus bisa mengambil sikap dan putusan, agar sekolah tidak terbengkalai serta para guru dam siswa bisa mendapatkan haknya," ucapnya.
Roni berharap Disdikbud Kaltim mampu memberikan putusan sehingga para siswa dan guru di SMK Farmasi dapat melakukan kegiatan belajar mengajar secara normal serta masalah yang ada di yayasan dapat terselesaikan.
Lima Tuntutan Aksi dari Siswa dan Guru SMK Farmasi
1. KAMI INGIN BELAJAR DENGAN TENANG. JADI JANGAN GANGGU KAMI DENGAN MASUK KE LINGKUNGAN SEKOLAH BERSAMA ORMAS.
2. KAMI TIDAK INGIN SEKOLAH KAMI DIMASUKI OLEH ORANG LUAR YANG TIDAK BERKEPENTINGAN
3. KAMI INGIN GURU-GURU KAMI DIBERI KETENANGAN DALAM MENGAJAR. JADI BERIKAN HAKNYA AGAR KAMI TIDAK IKUT JADI KORBAN
4. KAMI INGIN BELAJAR DENGAN AMAN DAN NYAMAN. JADI JANGAN GANGGU SEKOLAH KAMI.
5. KALIAN YANG BERPROFESI GURU PNS TAPI MENGGANGGU SEKOLAH KAMI SEHINGGA KAMI TIDAK BISA BELAJAR DENGAN BAIK. DIMANA HATI NURANI KALIAN SEBAGAI PENDIDIK?
Penulis: Rahmat Surya
Editor: Aspian Nur