Dendi menyampaikan motivasi dan inspirasi bagi siswa-siswi di SMA/SMK Katolik Samarinda supaya terus giat dalam menuntut ilmu guna mewujudkan SDM yang unggul. "Kalian adalah anak-anak penerus bangsa yang akan meneruskan perjuangan. Kesempatan bukan datang dengan sendirinya tapi kesempatan harus diciptakan. Tuntutlah ilmu sebanyak-banyaknya agar menjadi orang-orang yang unggul," ujar Dendi.
Selain itu ia berpesan agar siswa dapat bijak dalam memanfaatkan kemajuan teknologi. Sehingga dengan perkembangan teknologi memberikan manfaat dan bukan mendatangkan sebuah kerusakan.
"Digitalisasi bagian dari perkembangan teknologi tidak bisa menyingkirkannya rapi bijak dalam menggunakannya bukan menjadi sebuah masalah tapi membawa manfaat," sebut Dendi lagi.
"Bentengi diri dengan keimanan dan karakter yang kuat. Kalau sudah kuat kemana pun dia pergi itu akan punya save protection sendiri godaan apapun niscaya dia akan kuat," tegasnya.
Kehadiran Danrem di SMA/SMK Katholik Samarinda juga sebagai ajang sosialisasi, mengajak siswa untuk mengikut TNI. Hal demikian dilakukan guna yang mendaftar TNI bisa luas dan beragam serta masyarakat luas mendapatkan informasi yang jelas.
"Memberikan mereka semangat serta memberikan alternatif profesi setelah mereka lulus sekolah salah satunya bisa jadi TNI saya mengkampanyekan itu secara tidak langsung. Saya ingin yang masuk TNI itu bisa terbuka lebar dan setidaknya memberikan informasi penting sejak awal sehingga mereka menyiapkan diri. Tapi saya ingin sejak awal punya informasi yang jelas," papar Dendi.
Upacara bendera diakhiri dengan pembagian 10 tempat sampah dari Korem yang diperoleh melalui dana CSR perusahaan di Kaltim. "Bangun budaya bersih cara paling mudah disentuh melalui pendidikan. Karena pendidikan bukan hanya soal kognitif saja tapi juga afektif nya dan pembangunan karakternya serta pendidikan moral," tutup Dendi. (*/kk)
Penulis: */Linda Mulyani
Editor: Aspian Nur