
Kepala Kantor Bahasa Provinsi Kaltim Halimi Hadibrata mengatakan, 101 guru yang dilatih disini ialah untuk kepentingan jangka pendeknya yaitu guna persiapan Festival Tunas Bahasa Ibu dengan berbagai kategori yang difestivalkan yaitu puisi, dongeng dan pidato.
“Untuk festival puisi itu tingkat sekolah dasar baik yang di sekolah maupun komunitas, sedangkan untuk berpidato dan mendongeng itu untuk anak usia SMP baik itu dilaksanakan di sekolah maupun yang di komunitas,” kata Halimi kepada Korankaltim.com, Senin (25/7/2022) siang.
Dari pelatihan ini diharapkan guru bisa menjadi guru yang mengajar untuk anak-anak di SD, SMP dan komunitas untuk dibekali bahan-bahan ajar apa yang harus diajarkan kepada mereka selain untuk yang akan difestivalkan maupun bekal bagaimana para tenaga pendidik ini bisa mengajarkan melalui berbagai media dan berbagai wahana.
“Misalnya anak kalau memang dia lebih suka dengan Stand Up Commedy bisa dengan pidato dalam bentuk ceramah agama, berbalas pantun atau permainan pertunjukan. Jadi tidak tertutup dengan apa yang akan di festival kan saja, kemudian dari pelatihan ini juga akan menghasilkan model pembelajaran yaitu model pembelajaran merdeka belajar untuk revitalisasi bahasa daerah dengan lebih mengutamakan pada bakat minat dan kesenangan siswa,” sebut Halimi lagi.
Dengan tetap mengacu pada kurikulum merdeka belajar diharapkan nantinya para anak didik bagaimana belajar bahasa daerah dengan menyenangkan termasuk dalam hal penilaian atau evaluasi.
Misal dalam pantun atau dongeng, juga bisa melalui pembiasaan protocol pembacaan pada saat upacara bendera menggunakan dua bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan bahasa daerah.
“Itu berbagai bentuk-bentuk pembiasaannya dan mungkin juga guru akan lebih kreatif di kelas atau di komunitasnya,” tutup Halimi.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur