Adalah siswa berinisial ACK yang bersekolah di SMPN 12 Samarinda Utara, yang nyaris tak bisa mengikuti proses belajar mengajar alias putus sekolah karena tak mampu membayar lunas uang paket seragam sekolah sebesar Rp1,050 juta sesuai ketentuan sekolah tersebut.
Siswa kelas VII itu bahkan sempat mendapat ejekan dari teman-temannya karena kemampuan orangtuanya hanya bisa membayar uang sebesar itu dengan mencicil atau membayar setengahnya terlebih dahulu.
Saat pengumuman daftar nama siswa yang tidak melunasi seragam dihadapan seluruh siswa lainnya oleh kepala sekolah diketahui ACK termasuk didalamnya. Saat itulah, teman-teman ACK mengejeknya. Mental siswi itu pun down dan langsung menyatakan enggan bersekolah lagi.
Mendengar kabar tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda Asli Nuryadin yang berada di Jakarta meminta kepala Bidang Pengembangan SMP Barlin Hadi Kusuma bersama tim untuk melakukan mengecek kebenaran kabar tersebut.
Dikonfirmasi Korankaltim.com Kamis (21/7/2022) hari ini, Barlin yang menyatakan baru bertemu pihak SMPN 12 menyampaikan kalau Kepala Sekolah SMPN 12 Bagus Retno mengaku tak pernah membuat pernyataan demikian karena sekolah pun masih kekurangan siswa.
"Kepsek menyatakan tidak pernah menyampaikan statement kalau tidak punya seragam tidak boleh sekolah karena posisi sekolah yang kekurangan siswa tidak mungkin memberatkan siswa," ungkap Barlin menyampaikan pernyataan sang kepala sekolah.
Dari hasil pertemuan itu juga disepakati sekolah meminta agar ACK kembali bersekolah dan memberikan bantuan seragam. Sebagai antisipasi jangka panjangnya, sekolah akan melakukan pendataan terhadap siswa yang tidak mampu di sekolah mereka.
"Inti pertemuan dengan jajaran SMPN 12, pihak sekolah menyepakati untuk mengajak kembali siswi tersebut (ACK) kembali sekolah, memberi bantuan seragam kepadanya hingga lulus sekolah dan sekolah mendata kembali anak-anak tidak mampu serta mengusulkan beasiswa kepada pemerintah," papar Barlin.
Dikonfirmasi terpisah, Asli Nuryadin menyebutkan Disdik Samarinda tak akan tinggal diam, siap bertindak tegas supaya hal ini tidak terulang kembali. Jika pun terulang lagi, Asli tak segan untuk melaporkan hal ini kepada Wali Kota Samarinda Andi Harun agar ditindak serius.
"Saya tidak mau selesai sampai disitu. Saya bilang dibuat teguran keras kepada sekolah itu (SMPN 12), statement seperti itu tidak boleh terulang lagi. Kalau masih terulang kami tinggal laporkan ke Pak Wali untuk mengambil tindakan yang lebih keras lagi," tegas Asli saat dikonfirmasi via telepon.
Sekolah harus mengimplementasikan pendidikan karakter, keagamaan dan sosial sehingga lebih memberikan pemahan nilai-nilai kemanusiaan. Apalagi persoalan tersebut belakangan ini acapkali terjadi di Samarinda.
Sore tadi Asli kembali menginformasikan persoalan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan. Pihak sekolah telah bertandang ke kediaman siswi tersebut dan memintanya untuk kembali bersekolah serta akan bertanggung jawab atas fasilitas sekolah.
"Orangtua dan sekolah sudah damai, anak itu kembali masuk sekolah dan pakaian diberikan oleh pihak sekolah," ujar Asli.
Penulis: Linda Mulyani
Editor: Aspian Nur