Kepada Korankaltim.com, Kadisdikbud Asli Nuryadin mengatakan GSI ini merupakan bagian dari kreativitas siswa. Ajang kompetisi di bidang olahraga khususnya sepakbola ini juga program yang rutin digelar setiap tahunnya oleh Kementetian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
"Ini kita memulai untuk memilih yang terbaik di Kota Samarinda," kata Asli.
Ia mengungkapkan para peserta terdiri dari 10 tim yang berasal dari setiap kecamatan di Kota Samarinda. Nantinya dari juara tingkat kota ini yang akan mengikuti untuk tingkat provinsi, sebelum meluncur ke tingkat nasional. Pada tahun lalu, lanjut Asli, pihaknya masuk 10 besar. Besar harapan dapat dipertahankan dan ditingkatkan.
"Jadi selain soal akademisi, itu kreativitasnya juga yang kita kembangkan," ungkap dia.
Di dalam GSI sejatinya banyak jenis olahraga yang dipertandingkan. Tak hanya sepakbola, ada juga silat, renang, badminton, dan lainnya.
Dirinya mengaku euphoria dari para peserta pada tahun ini cukup tinggi. Menurutnya, ini sebagai upaya penyegaran dari kepenatan akibat adanya terpaan pandemi yang melanda selama dua tahun lamanya ini.
"Jadi ini suasananya mereka bisa bergembira, ditambah Juli ini tahun pembelajaran baru akan secara full 100 persen tatap muka," tandasnya.
Ia berharap para peserta ini dapat senantiasa menjunjung tinggi sportifitas, guna mengharumkan nama sekolah, pemerintah kota, dan provinsi pada umumnya.
Camat Samarinda Ulu Muhammad Fahmi mengatakan pergelaran GSI ini tentu mesti diapresiasi dan didukung dengan baik. Ia berharap ke depan anak pelajar khususnya SMP dapat mengetahui dan mengembangkan bakatnya menjadi olahragawan agar bisa meraih prestasi di masa yang akan datang.
"Bisa jadi penerus dalam persepakbolaan di Samarinda. Karena sepakbola di Samarinda ini cukup maju, buktinya Borneo FC bisa masuk semi final Piala Presiden tahun ini," tutup Fahmi.
Penulis: Faishal Ays
Editor: Supiansyah