"Jadi sebenarnya bukan tidak diterima itu kan data yang offside. Misalnya ada yang anak itu dekat dengan sekolah tapi KK-nya belum diperbaharui, tapi juga ada yang tidak mendaftar. Sehingga nanti mereka itu masuk ke dalam kelompok yang tidak lolos tapi pada prinsipnya daya tampung kita itu cukup," tutur Kepala Disdikbud kota Samarinda Asli Nuryadin kepada Korankaltim.com (21/6/2022).
Lebih lanjut, Asli menyebut meskipun pengumuman kelulusan sudah dilakukan namun berkas dan data siswa yang tidak lolos masih dalam proses rekapitulasi dari masing-masing panitia PPDB.
Kelemahan penggunaan aplikasi PPDB Online ini, orang tua dituntun untuk lebih teliti. Karena kebanyakan yang tidak lolos diakibatkan dokumen yang tidak lengkap. Akan tetapi juga masih ada orang tua yang tidak mengetahui jadwal pelaksanaan. Sehingga hal itu pun harus terus dievaluasi.
"Nanti akan kita benahi lagi setelah pengumuman kemaren karena yang saya katakan ada orang tua yang tidak sempat mengupload dokumen pendukung dan dianggap tidak diterima padahal disekolah itu masih kekurangan murid. Karena aplikasikan pasti dan apa adanya," terangnya.
Asli pun memastikan, semua siswa bisa tertampung. Karena melihat jumlah sekolah SD yang begitu banyak. Orang tua tidak perlu khawatir, usai rekap data siswa dapat melakukan pendaftaran secara manual.
"Kalau mengacu ke tahun yang lalu, kalau saya melihat daya tampung di SD itu relatif lebih aman dibanding SMP dan SMA/SMK karena dia jenjang makin ke atas makin mengerucut," pungkasnya.
Penulis: Linda mulyani
Editor: Supiansyah