Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda membuka kuota untuk 13 ribu siswa di 220 Sekolah Dasar (SD) di Kota Tepian.
Berdasarkan kalkulasi pendaftar PPDB, dari 10.543 pendaftar, yang lolos seleksi tahun ini sebanyak 9.522 murid.
PPDB tahun ini terdapat tiga jalur pendaftaran, diantaranya Afirmasi, Perpindahan tugas dan Zonasi. Untuk Afirmasi menerima 832 siswa, Perpindahan tugas orangtua menerima 238 siswa dan alur zonasi menerima 8.452 siswa sehinga total keseluruhan 9.522 siswa.
Kepala Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Disdikbud Kota Samarinda Muchlis menerangkan, terdapat 1.021 siswa yang tidak lolos pada PPDB online jalur zonasi ini.
Muchlis mengemukakan alasan tidak lolos tersebut karena kesalahan dalam pengimputan data yang dilakukan orangtua dan tidak melapor kepada panitia yang ada di setiap sekolah.
"Pelaksanaan zonasi, ada sekitar 1000 lebih yang tidak lulus, mereka ternyata hanya kurang salah paham, pertama tidak meng-upload persyaratan seperti akte kelahiran. Makanya gugur hanya karena salah teknis seperti itu," ungkap Muchlis.
Selain itu banyak juga orangtua siswa yang ketinggalan informasi terkait pelaksanaan PPDB. Meski begitu, Disdikbud Samarinda tetap melakukan upaya agar seluruh anak di Samarinda bisa sekolah.
Karenanya pendaftaran secara manual pun dibuka bagi siswa yang dinyatakan tidak lolos tersebut. Kuota yang disediakan Disdikbud masih banyak kekosongan, sehingga siswa yang tidak lolos nantinya dapat mengisi kekosongan tersebut.
"Masih ada sekolah yang kekurangan siswa, karena target ada 13 ribu tapi pendaftarnya hanya 10 ribu jadi yang tidak lolos PPDB online akan dimasukan ke sekolah yang kekurangan melalui manual," jelas Muchlis.
Orangtua diingatkan untuk memperhatikan jadwal pendaftaran ulang yang digelar pada 17-20 Juni 2022 agar memastikan anak tersebut terdaftar di sekolah yang diinginkan.
"Intinya jangan sampai ada anak Samarinda yang tidak sekolah, pendaftaran ulang juga harus diperhatikan orangtua," tegas Muchlis.
Penulis: Linda Mulyani