Di hadapan semua undangan yang hadir, Edi mengatakan pelantikan Dewan Pendidikan ini momentum untuk peningkatan kualitas pendidikan dan pembenahan hal-hal yang dianggap menghambat kemajuan pendidikan, karena total APBD Kukar yang berjumlah Rp5 triliun lebih, sebanyak 26 persennya dialokasikan untuk bidang pendidikan.
"Saya pesankan teman-teman, para guru itu sangat mudah kita bina tetapi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan-nya harus benar dulu, harus baik. Yang saya minta perubahan pola pikir dan budaya kerja, lakukan dengan baik," kata Edi.
Kukar akan menyongsong harapan ke depan menjadi kabupaten yang lebih baik dari segi bidang pendidikan . Karena itu, kata Edi, luruskan niat dan luruskan tekad, jabatan hanya sementara, amanah batas waktu tertentu.
"Kalau kami kepala daerah sangat cepat waktunya tapi teman-teman para aparatur sipil negara para PPPK punya panjang waktu, luruskan niat dan ubah pola pikir selama ini," ujarnya.
Edi menegaskan kepada Disdikbud untuk terus melakukan update data, karena Dapodik Kutai Kartanegara menjadi catatan dan persoalan. Para kepala sekolah dan guru-guru juga diminta untuk kooperatif membantu Disdikbud agar dapodik terus update.
Edi menegaskan, hari ini sekolah kita karena dulu target untuk mengejar akreditasi A, semua sarana prasarana yang tidak ada di sekolah itu dibuat data, dirinya keliling ke sekolah-sekolah. Edi pun memahami dan menyelami apa yang dirasakan keluhan para guru.
"Kepala Dinas Pendidikan kemarin sudah saya sampaikan, hal ini harus bisa diperbaiki. Jangan ada informasi pungutan bagi yang hendak naik pangkat ke IVa. Tolong ini diperbaiki, makanya selalu saya sampaikan kalau Dinas Pendidikan-nya baik insyaAllah teman-teman guru pasti baik," tegas Edi.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Supiansyah