Delapan buku yang diluncurkan diantaranya 15 Cerita Anak Pembentuk Akhlak, Dunia Terbalik, Ramadhan Berkisah, Bait Cinta Sang Guru, Pesona Pesut Mahakam, Dersik Merindu, Tragedi Aji Dewi dan Biar Rindu Menggores Langit.
Wakil Gubernur Kalimantan Timur Hadi Mulyadi yang hadir pada kegiatani ni mengapresiasi karya-karya generasi literasi pemuda Bumi Etam. Menurut orang nomor dua Benua Etam itu, membaca dan menulis komponen yang tak bisa dipisahkan.
Kesuksesan seseorang menurutnya tergantung pada pola membaca dan menulis sehingga membaca dan menyalurkan budaya baca bagi generasi selanjutnya sangatlah penting untuk dilakukan.
"Jadi baca tulis itu sesuatu yang harus dilakukan. Siapa yang ingin sukses harus membudayakan membaca dan bisa menyalurkan ke anak dan cucunya. Jika tidak suka membaca dan menulis maka hancurlah peradaban. Oleh karena itu ibu guru yang berani menulis adalah ibu-ibu yang sangat luar biasa," para Hadi.
Sementara Ketua Guru Kreatif Suka Menulis Patmiyati mengatakan, launcing buku ini merupakan langkah yang berani karena pelatihan menulis buku hanya dilakukan beberapa hari saja.
Dengan keyakinan ini merupakan awal agar terbiasa untuk menulis buku-buku dalam berbagai jenis dan genre, akhirnya launching pun dilakukan.
Pada Komunitas Guru Kreatif Suka Menulis ini tergabung 110 penulis buku terdiri dari berbagai jenjang pendidikan baik formal maupun informal yang aktif di dunia literasi.
Komunitas ini tidak memiliki tujuan lain selain mengangkat potensi guru yang ada. Berdiri pada Januari 2020 lalu.
"Tadinya kami ingin lokal saja akan tetapi ini sudah tersebar di luar Kaltim bahkan sampai pulau Jawa. Event ini merupakan kegiatan kedua kalinya setelah sebelumnya dibulan November 2021 lalu namun tingkatnya masih Samarinda," jelas Patmiyati.
Berjalan selama kurang lebih 2 tahun, Komunitas Guru Kreatif Suka Menulis sudah menerbitkan belasan buku dengan berbagai jenis, baik anak-anak, motivasi, biografi hingga cerita-cerita inspirasi.
Penulis: Linda Mulyani
Editor: Aspian Nur