Koordinator Bidang Keagamaan SD Muhammadiyah yang juga Wakil Kepala Sekolah Bidang Al Islam Muhammadiyah dan Bahasa Arab (Ismuba), Suprianto kepada Korankaltim.com menjelaskan, sukses yang diraih ini berkat pembinaan dan implementasi dari Program Gerakan Etam Mengaji (Gema) yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dibawah kepemimpinan H Edi Damansyah.
"Sesuai arahan dari Pak Bupati, memang kualitas itu tidak jauh-jauh dari baiknya proses pembinaan. Pembinaan ekskul keagamaan di SD kami dilakukan secara sistematis terjadwal dan dibimbing serta dilatih langsung oleh guru-guru yang ahli di bidangnya masing-masing, seperti Tartil Qur'an, Dai Daiyah, lomba adzan dan lainnya," kata Anto, sapaan akrab Suprianto Sabtu (30/4/2022) hari ini.
Adapun gelar juara yang didapatkan siswa siswi SD Muhammadiyah 1 Tenggarong itu antara lain juara 2 lomba adzan atas nama M Ghazin Naufal Milano dan juara 3 lomba Tartil Qur'an atas nama Alma Aptana Azh-Zhafran yang diselenggarakan SMP IT Nurul Ilmi Tenggarong.
Perlombaan di Masjid KH Muhammad Sadjid, Juara 1 Lomba Adzan atas nama M Ghazin Naufal Milano dan Juara 2 lomba adzan atas nama Zaki Al Farobi. Gelaran lomba di Unikarta Juara 1 lomba adzan juga diraih oleh M Ghazin Naufal Milano.
Perlombaan di Masjid Agung Sultan Sulaiman, Juara 1 Lomba dai cilik atas nama Muhammad Yasin Farras, juara 2 atas nama Muhammad Mirza Najid dan Juara 1 lomba Daiyah cilik putri atas nama Fathimatul Munawwarah Elshadry.
Penyelenggaraan lomba di kampung ramadan Jalan Naga Tenggarong, Juara 1 Daiyah cilik atas nama Fathimatul Munawwarah Elshadry, Juara 2 lomba adzan dan Juara 2 Lomba Puitisasi Al Quran atas nama Zaki Al Farobi.
"Semua prestasi ini tidak lepas dari dukungan orangtua yang sangat luar biasa, jadi kami para guru-guru yang melatih dan membimbing juga merasa nyaman. Kami melatih mental mereka supaya terasah dan terbentuk dengan rutin mengikuti ajang dan event lomba diluar sekolah," ucap Anto.
Ekskul keagamaan SD Muhammadiyah 1 Tenggarong ini dilaksanakan setiap satu pekan sekali, jadi dalam sebulan berlangsung empat kali pertemuan, bahkan intensitas pelaksanaannya di perbanyak ketika untuk menghadapi event-event lomba yang waktunya disesuaikan dengan kesepakatan anak didik dan persetujuan orangtua.
"Untuk Tartil dilatih langsung oleh guru Ibu Atik Herawati dan bu Uswatun Hasanah, lomba adzan dibimbing Pak Muhammad Khaerul Anam dan Muhammad Abdillah, lomba dai cilik dan Putisasi Al Quran dilatih oleh Pak Muhammad Khaerul Anam dan Pak Amran," demikian Anto.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur