Kepala Bidang SMP Barlin Kusuma melalui pesan singkatnya kepada Korankaltim.com mengungkapkan, mayoritas sekolah yang ada di Samarinda menyampaikan kesiapan peserta didiknya untuk mengikuti ujian sekolah tersebut.
"Ada dari 94 sekolah, 64 sudah sekolah melaporkan kesiapannya, jadi kami masih tunggu sisa 29 sekolah lagi yg belum," ujar Barlin Jumat (8/4/2022) hari ini.
Sebagian sekolah telah menerapkan ujian berbasis daring, namun masih tetap berada di lokasi sekolah. Sebagian lagi masih tetap menggunakan konsep yang lama yakni dengan luring atau penggunaan ujian tertulis.
Konsep itu pun tak ditentukan oleh Disdikbud Kota Samarinda, hal itu diserahkan sepenuhnya kepada sekolah untuk mengatur sistematika ujian nanti.
"Sekolah yang mau mencetak soal berarti luring, sekolah yg mau siswa ujian menggunakan computer atau smartphone berarti secara daring. Tidak ada masalah, disesuaikan dengan kondisi sekolah masing-masing," paparnya.
Terpisah, Kadisdikbud Kota Samarinda Asli Nuryadin menghimbau seluruh sekolah untuk tetap melakukan koordinasi dengan pengawas agar pelaksanan ujian sekolah bisa lebih berkualitas, mampu mewujudkan pencapaian indeks integritas sekolah yang tinggi.
"Sekolah harus berkoordinasi dengan pengawas serta pihak terkait lainnya agar ujian bisa lebih berkualitas," ujar Asli.
Penulis: Linda Mulyani
Editor: Aspian Nur