Kepala SDN 021 Sungai Kunjang Jurita mengatakan pemberian pot bunga ini sebagai penunjang perbaikan fasilitas lingkungan sekolah, meskipun telah menjadi adiwiyata mandiri tentu masih harus melakukan pembenahan terutama untuk penghijauan.
"Alhamdulillah SDN 021 Sungai Kunjang mendapat bantuan CSR 50 pot bunga untuk penataan ruang terbuka hijau sekolah Adiwiyata SDN 021 Sungai Kunjang
Dari Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan," Kata Jurita.
Pot bunga tersebut diserahkan langsung oleh Fuel Terminal Manajer Pertamina, Erik Imam Kasmianto dan disaksikan oleh ketua Forum Adiwiyata Kota Heri Gunawan. Hasil CSR Pertamina hanya memberikan 50 pot bunga kosong sedangkan yang memberikan bantuan bunga beserta tanahnya akan dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Samarinda.
Jurita menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dan berpartisipasi dalam penataan ruang terbuka hijau khusus sepanjang jalan Meranti. "Terima kasih sekali telah mendukung dunia pendidikan dalam melestarikan lingkungan hidup," Ujarnya.
Jurita menyebutkan 50 pot bunga akan disebar di lingkungan sekolah dan di trotoar sepanjang Jl Meranti. Namun dalam penempatan pot bunga di jalan dirinya akan berkordinasi dan meminta DLH ikut serta dalam penempatan tersebut. Tujuannya agar lingkungan sekitar SDN 021 Sungai Kunjang tidak terlihat gersang dan memperindah pandangan masyarakat yang melintas.
"Nanti sisanya disusun di jalanan situ, tapi kami harus tetap koordinasi dengan DLH, dikhawatirkan ada miskomunikasi. Ya, biar keliatan tidak gersang di lingkungan sini," ucap Jurita.
Selain itu, pengembangan pendidikan mulai diterapkan dengan memanfaatkan lingkungan hidup yang ada di sekolah melalui pembangkitan kembali program apotik hidup yang ada di sekolah.
Selain itu, Jurita pun ingin anak didiknya mengimplementasikan materi pembelajaran secara langsung terutama dalam kehidupan kemandirian sehingga program kedepannya ia akan melakukan pelatihan pembuatan ternak lele dengan metode hidroponik.
"Menata kembali yang kira-kira belum sesuai dengan standar, kemudian juga pembuatan inovasi sekolah seperti eco enzim dan edukasi dini beternak lele dengan metode hidroponik," pungkasnya.
Penulis: */Linda Mulyani
Editor: Supiansyah