Kepala Sekolah SMPN 10 Samarinda Normala merasa bangga dengan kemajuan pesat dan perubahan di sekolah yang dibinanya.
Tak hanya Adiwiyata, SMPN 10 juga merupakan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) ditingkat paripurna yang diraih pada tahun 2020 lalu yang jadi kado ulang tahun ke-352 Kota Samarinda.
“Satu dari beberapa yang membanggakan untuk SMPN 10 adalah sebagai SSK tingkat paripurna pada 2020,” kata Normala.
Normala yang baru tiga tahun jadi kepala sekolah di SMPN 10 mengaku hanya melanjutkan program yang dibuat oleh kepala sekolah terdahulu.
“Saya melanjutkan program-program yang sebelumnya sudah ada yang dulu sedikit menurun saya berusaha untuk menaikan kembali, disamping itu juga menambah lagi hal-hal prestasi yang lain,” sambung Normala.
Wacana melaju di Adiwiyata Internasional ini diharapkan Normala mampu mendapat dukungan dari berbagai pihak, mengingat perjuangan untuk mencapainya tidaklah mudah.
Berkaca dengan pengalaman saat melaju pada tingkat mandiri, Normala mengakui hal tersebut tidak mudah. Banyak berkas dokumentasi dan pembangunan fisik yang harus dipersiapkan. Untuk itu dirinya berharap ada kerjasama antara warga sekolah dan pihak-pihak lain.
“Saat ini pada tingkat mandiri dan kemungkinan akan kita ingin kami rancang untuk meningkatkan ke jenjang Adiwiyata Internasional. Mudahan wacana ini bisa terlaksana,” harap Normala.
SMPN 10 juga terpilih menjadi sekolah ‘wajah bahasa’ yang bertujuan untuk melestarikan budaya berbahasa Indonesia yang baik dan benar yang terealisasi dalam bentuk segala tulisan atau rambu-rambu di sekolah menggunakan bahasa Indonesia.
“Wajah bahasa itu artinya disekolah menggunakan bahasa indonesia yang baku, apapun tulisan yang ada di sekolah itu harus menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar,” sebutnya.
Sekolah berjuta prestasi ini tentu diharapkan mampu mendukung dan menunjang prestasi siswa pula baik dalam bidang akademik maupun non akademik.
Saat ini SMPN 10 juga adalah salah satu sekolah yang terpilih sebagai sekolah penggerak. “Sekolah ini akan dijadikan role model sebagai percontohan untuk penerapan kurikulum yang akan berlaku di 2022 ini,” paparnya.
Sekolah dengan jumlah siswa 1.050 anak ini, dalam kondisi PTMT ini tetap menerapkan kedisiplinan yang tinggi, Ditambahkan oleh Wakil Kepala Sekolah, Parjan. Hal terpenting dalam sekolah, siswa mampu menerapkan kedisiplinan, baik dalam belajar, bersosial dan bermain.
“Tak masalah dia tidak mendapatkan nilai tinggi, yang penting disiplin mengerjakan tugas, intinya mereka mau berusaha kami sangat senang. Apapun hasilnya itu urusan nanti,” ujar Normala.
Sehingga meskipun pelaksanaan PTMT, SMPN 10 Samarinda terus mengasah prestasi siswa dan mengikut sertakan siswa dalam setiap ajang kompetisi baik dalam bidang akademik maupun ekstra kulikulernya.
Penulis: */Linda Mulyani
Editor: Aspian Nur