Empat Kecamatan di PPU ini Siap Gelar PTM Terbatas
2 menit baca292 kali dibaca
KORANKALTIM.COM, PENAJAM – Dinas Pendidikan dan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) telah resmi memberlakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah pada pekan lalu. Setidaknya, empat kecamatan di PPU siap mengelar PTM, yakni Kecamatan Penajam, Babulu, Waru dan Sepaku.
Adapun tingkatan sekolah yang gelar PTM terbatas, yakni SD dan SMP di PPU. Sejak Pandemi Covid-19 melanda, sistem pembelajaran berjalan secara daring atau online. Kondisi ini pun kerap dikeluhkan oleh orang tua murid.
Kepala Disdikpora PPU, Alimuddin ketika dijumpai menerangkan bahwa proses pembelajaran secara langsung di sekolah yang masuk di wilayah zona hijau dan kuning telah mulai diterapkan pada pekan lalu.
Penerapan pembelajaran di sekolah mengacu terhadap Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 32 tahun 2021 dan Instruksi Bupati Nomor : 300/255/Pem tentang PPKM level 3, level 2 dan level 1 serta mengoptimalkan posko penanganan Covid-19 tingkat kelurahan/desa.
“PTM di PPU telah berlangsung sejak pekan lalu, namun pada pekan ini lebih banyak sekolah yang PTM karena tingkat kasus Covid-19 mengalami penurunan signifikan sehingga menjadi kuning dan hijau,” ungkapnya, Senin (23/8) kemarin.
Sekolah yang menerapkan PTM telah mengatur jadwal khusus untuk siswanya agar selama proses belajar dan mengajar di sekolah berlangsung dapat sesuai protokol kesehatan guna meminimalisir penyebaran Covid-19.
Jumlah siswa yang belajar di sekolah dibatasi, hanya maksimal 50 persen. Sekolah yang memiliki jumlah siswa banyak dan halaman sekolah kecil hanya 25 persen.
“Kalau untuk jam pembelajarannya maksimal dua jam saja. Selama PTM pun siswa harus membawa bekal/makanan sendiri dari rumah,” akunya.
Sebelum penerapan PTM diberlakukan telah terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dan mendapatkan apresiasi dari para orang tua murid.
Disdikpora PPU meminta kepada seluruh orang tua siswa untuk dapat mengantarkan dan menjemput anaknya dengan tepat waktu guna menghindari hal yang tidak diinginkan.
“Kami minta orang tua untuk meluangkan waktunya sejenak dalam mengantar anak-anaknya ke sekolah, jadi yang kerja bisa meminta izin atasannya dulu agar PTM ini bisa berjalan terus. PTM ini bisa berjalan baik kalau masyarakat patuh,” bebernya.
Alimuddin mengakui Satgas Penanganan Covid-19 di masing-masing kelurahan/desa hingga Ketua RT turut bersama-sama memberikan pendamping proses pembelajaran serta edukasi.
Setiap harinya melakukan evaluasi terhadap penerapan PTM secara internal dan eksternal mengingat kasus Covid-19 yang tidak menentu. “Kalau angka kasus naik di suatu wilayah dan satgas di kelurahan/desa mengizinkan PTM kami laksanakan, kalau tidak ya tidak digelar,” tuturnya.
penulis : */wn
Editor : Bambang Irawan
Berita/artikel ini sudah terbit di Koran Kaltim edisi cetak Selasa tanggal 24 Agustus 2021










