Di SMPN 36 Samarinda, Siswa Tak Punya Ponsel Diminta Datang ke Sekolah
1 menit baca1.577 kali dibaca

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Kepala SMP Negeri 36 Samarinda, Tuti Susandra Dewi, mengaku mengalami sejumlah kendala dalam proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang sudah sejak pandemic Covid-19 diberlakukan.
Kendala tersebut diantaranya siswa yang tidak mempunyai ponsel, keterbatasan kuota dan kesulitan untuk pengumpulan tugas dari para siswa.
“Kan masih ada yang enggak punya ponsel, ada juga keluhannya karena rusak. Ini yang menjadi kendala,” kata Tuti.
Cukup banyak kendala yang dialami para siswa menyangkut hal ini sehingga dirinya membuat alternatif dengan meminta siswa datang ke sekolah melakukan belajar seperti biasa. Jika dirasa cukup dengan memberi tugas, maka akan diberi saja dan dikerjakan di rumah. “Tidak banyak, sekitar 3 sampai 4 orang saja,” sebut Tuti lagi.
Selain memberikan alternatif, pihaknya pun terus menelusuri kesulitan ataupun kendala yang dialami siswa, bahkan jika diperlukan akan turun kerumah-rumah untuk mengetahui kendalanya.
Diakui Tuti, PJJ tidak berjalan efektif karena sebab SMPN 36 yang kebetulan menjadi sekolah penggerak, sejatinya sedang memerlukan banyak aksi.
“Harapan saya sekolah kembali tatap muka sesuai dengan protokol kesehatan. Kami juga sudah menyiapkan sarana prasarana begitupula hal lainnya untuk mempersiapkan pembelajaran tatap muka (PTM),” tutup Tuti.
Penulis: */Faisal Ays
Editor: Aspian Nur










