Pendaftar Minim, SMK YKPP Terancam Tutup
2 menit baca1.441 kali dibaca

KORANKALTIM.COM, BONTANG – SMK Yayasan Karya Pembangunan Pendidikan (YKPP) Bontang terancam tutup tahun ini karena minimnya pendaftar saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) berlangsung.
Hal itu imbas dari pemberlakuan sistem zonasi atau wilayah hingga penambahan jumlah rombongan belajar sekolah SMA negeri.
Nasib tenaga pengajar dan staf sekolah swasta yang popular di Kota Taman itu pun terancam apalagi kondisi ini muncul dalam kurun waktu empat tahun terakhir.
Tahun sebelumnya, sekolah ini masih menerima murid mulai 80 hingga 100 siswa. Namun belakangan, jumlah siswa yang mendaftar hanya 45 orang. “Sangat berdampak dengan sistem zonasi,” ungkap Kepala Sekolah SMK YKPP Jumat (25/6/2021) kemarin.
Dampak yang signifikan ada pada upah guru karena selama ini beberapa sekolah swasta bisa bertahan hanya karena mengandalan anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS). “Tahun lalu sudah ada beberapa guru yang mengundurkan diri karena siswa kami sedikit,” ungkapnya.
Sebenarnya, jika mengikuti jadwal PPDB sekolah negeri, mestinya pendaftaran telah ditutup sejak beberapa hari lalu namun SMK YKPP terpaksa harus melakukan perpanjangan waktu pendaftaran. “Baru ada 45 yang daftar padahal kami buka empat kelas mana cukup dibagi tiga dengan jumlah murid karena setiap kelas minimal 15 orang,” papar Syahril.
Pendaftaran di SMK YKPP akan terus dibuka hingga aktif belajar mengajar awal Juli nanti. “Kami masih buka hingga belajar mengajar dimulai. Kemungkinan ada siswa yang gagal di sekolah negeri, jadi bisa kami terima. Kalau tidak begitu, siswa kita kurang. Karena siswa kita belum cukup 50 persen dari kuota yang tersedia,” tuturnya.
Selain karena sistem zonasi, sejumlah sekolah negeri diketahui ada yang menerima siswa melebihi jumlah kuota rombongan belajar yang ditetapkan di petunjuk teknis PPDB. “Kalau begini kami pasti yang dirugikan,” beber Syahril.
Syahril berharap pemerintah bisa kembali merancang aturan yang sedikit berpihak ke sekolah swasta. Sebab, kalau terus dibiarkan begini, banyak sekolah swasta di Bontang terancam tutup. “Kami di sekolah swasta juga harus dipikirkan nasibnya, karena kalau sampai tutup, pasti banyak tenaga guru kehilangan pekerjaan,” tutup Syahril.
Penulis: */Muhammad Ridwan
Editor: Aspian Nur










