Pesilat yang berstatus murid sekolah dan berhasil juara dari kategori tunggal tangan kosong putri adalah Clara Fio Tiana Nur Baiti Janah, berusia 14 tahun.
Muhammad Agus Yulianto, sebagai pembina ekskul Tapak Suci SMP Muhammadiyah 6 mengatakan jika bukan karena masa pandemi Covid-19, mungkin bukan hanya kategori seni saja yang diikuti. “Clara berhasil menampilkan beberapa gerakan terbaiknya, yang kami rekam dan kirimkan kepada panitia lomba.” kata Agus.
Sudah menjadi hal yang wajib dalam kurikulum pendidikan di SMP Muhammadiyah 6 bagaimana Silat Tapak Suci menjadi pelajaran penting di sekolah tersebut.
Pihaknya juga mengatakan sudah mendapatkan izin dari orang tua murid untuk mengikutsertakan anak nya dalam mengikuti lomba juga menggunakan pengamanan Protokol Kesehatan (Prokes) selama latihan. “Kalau mengikuti turnamen, setiap hari dalam sebulan rutin lakukan latihan, pagi pukul 07.00 WITA dan sore pukul 15.00 WITA di halaman sekolah.” paparnya.
Akhir Desember ini rencananya pihak sekolah akan mengikutkan beberapa siswa lainnya ke dalam lomba silat umum yang digagas Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kaltim. (*)
Penulis: */Wahyudi
Editor: Aspian Nur