“Bimtek ini baru pertama kali. Alhamdulillah untuk kelancaran kegiatan ini kami bekerjasama dengan LPTQ dan Kemenag. Mengajarkan kepada guru-guru dan pembina SD bagaimana cara mengajar, membina tilawah di sekolah dengan benar,” katanya kepada Koran Kaltim, kemarin.
“Karena kan Disdik bukan tempatnya kompetensi mendidik guru khusus kajian Al-Quran di sekolah, oleh karena itu kami kerja sama dengan LPTQ dan Kemenag. Narasumbernya ialah Pak H Mukhtar, H Ikhsanul Karim dan H Suprianto,” tambahnya.
Hal senada diungkapkan Kepala Bidang SD Disdikbud Kukar, H Tulus Sutopo yang menjelaskan tujuan dari pelaksanaan ini untuk mempersiapkan tenaga pendidik Kukar yang ada di 18 kecamatan bagaimana cara mengajar dan membimbing belajar Al-Quran kepada peserta didik di sekolah secara baik dan benar.
“Ada 100 peserta yang terdiri dari guru-guru dan rekan-rekan pembina SD dan MI se-Kukar di 18 kecamatan yang mengikuti. Jadi selain mewakili sekolah, mereka juga mewakili kecamatannya masing-masing,” jelasnya.
Pelaksanaan bimtek tetap memperhatikan protokol kesehatan secara ketat, dalam upaya bersama mencegah penyebaran Covid-19. Tulus menegaskan, selain memberi penguatan bekal kompetensi kepada 100 guru atau pembina Al Quran, pihaknya juga memberi tugas wajib kepada seluruh peserta.
“Jadi setelah mendapatkan bimtek ini, 29 November sampai 1 Desember nanti, para guru dan pembina Al Quran ini wajib bisa mendampingi putra-putri didiknya dalam ajang MTQ SD se-Kukar yang rencananya digelar di Hotel Grand Elty mendatang. Ini tentu erat kaitannya dengan program pemerintah yang konsisten membumikan Al Quran,” pungkas Tulus.
Penulis : */Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan