“Kami sudah menggelar workshop kurikulum di masa pandemi Covid-19 bersama semua guru untuk mencari solusi bagaimana penerapan pembelajaran di tahun ajaran baru di wilayah Samarinda Seberang,”kata Riza.
Sekolah yang beralamat di Jalan Datu Iba Sungai Keledang Samarinda Seberang ini mengikuti Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 menteri (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri) yang mengizinkan sekolah melakukan tatap muka secara langsung apabila berada di zona yang diizinkan untuk melakukannya.
Uji coba belajar tatap muka rencananya digelar akhir tahun 2020 dengan menurunkan atau memanggil beberapa siswa ke sekolah, dengan hanya berdurasi 1 jam belajar dan bergantian dari yang biasanya pukul 07.15-15.00 WITA setiap hari kalau mendapat izin dari pihak terkait
“Karena mau tidak mau Covid-19 sepertinya akan tetap masuk di new normal, oleh sebab itu bagaimana cara untuk menyikapinya,” tambah Riza Darmans.
Bertemu orang tua murid untuk meminta izin terlebih dahulu juga akan dilakukan dengan mengedepankan penerapan protokol kesehatan dan selalu menjaga jarak antarsiswa.
Jika satu ruang kelas biasanya dapat terisi 30 siswa kini di SMPN 4 Muhammadiyah kemungkinan hanya dapat menampung 18 siswa saja, dan itu sudah termasuk dalam menjaga jarak antar siswa, guna menjaga keselamatan dan kesehatan.
Untuk tahun ajaran 2021, SMP 4 Muhammadiyah tetap melakukan pemanggilan atau menurunkan beberapa siswa jika memungkinkan atau akan tetap melakukan pembelajaran melalui daring online.
“Perihal ini akan dapat terlaksana jika sesuai dengan 3 elemen yaitu, izin dari Pemerintah, izin dari orang tua dan izin kepala daerah setempat (Samarinda) atau malahan akan kembali menjadi daring,” tutup Riza. (*)
Penulis: */Wahyudi
Editor: Aspian Nur
* Berita/artikel ini sudah terbit di Koran Kaltim edisi cetak tanggal 09 November 2020