Pembelajaran Online, Guru Wajib Manfaatkan Teknologi
4 menit baca814 kali dibaca

Penulis: Muhammad Idris, S.Pd (MIN 1 Kutai Kartanegara)
Email: [email protected]
Sebagai seorang pendidik, guru dituntut untuk dapat mengembangkan kompetensi sesuai dengan perkembangan zaman. Banyak diantara para guru yang belum menyadari betapa jauh berbedanya cara guru mengajar zaman sekarang dengan cara guru mengajar di zaman dulu ketika kita belajar saat masih di sekolah dasar. Pernahkah kita menanyakan pada diri sendiri sebagai seorang guru “Berapa persen materi yang guru ajarkan di kelas yang tidak dapat ditemukan di Youtube?”. Saya percaya sebagian besar anda akan menjawab hampir 100% materi pembelajaran dapat ditemukan di Youtube dan hampir semuanya ada di internet, terlebih di masa pandemi seperti sekarang, dimana proses pembelajaran mulai beralih pada pembelajaran berbasis online.
Seorang guru harus menjadi arsitek dalam proses pembelajaran, jika diibaratkan dulu saat kita membangun rumah tentunya menggunakan teknologi yang mungkin belum secanggih di zaman sekarang, pada kenyataannya zaman dulu belum ditemukan alat-alat canggih untuk membantu pekerjaan tukang untuk mengangkat batu-batu yang berukuran besar agar bisa membuat bangunan anti gempa dengan kekuatan diatas 9 SR. Tetapi belakangan ini sudah ditemukan teknologi-teknologi baru yang canggih sehingga cara seorang arsitek merancang, cara seorang kontraktor membangun juga pasti menjadi berbeda. Oleh karena itu, guru sebagai perancang pembelajaran harus tahu persis tujuan pembelajarannya, siapa pembelajarnya, analisis pembelajarannya seperti apa, urutannya bagaimana. Lalu dengan adanya internet, dengan adanya teknologi dan semua bahan yang tersaji di internet dengan situasi dan kondisi pandemi sekarang ini maka guru dapat mulai merancang pembelajaran seperti apa yang akan mereka buat.
Dalam menjawab tantangan zaman, sudah sepatutnya guru mampu memanfaatkan berbagai macam teknologi terbaru untuk memfasilitasi perannya sebagai pengajar yang kompeten sesuai perkembangan zaman. Ada beberapa peran teknologi bagi guru dalam memfasilitasi pembelajaran.
Pertama, fasilitasi teknologi sebagai sumber belajar dimana saat ini sumber belajar dapat diperoleh darimana saja dan hampir semua bahan ajar dapat ditemukan di internet, serta beberapa pusat belajar dunia pun saat ini terbuka untuk publik dan terintegrasi dengan hanya mengetikkan kata kunci bahan ajar yang diinginkan dalam mesin pencarian Google.
Bentuk fasilitasi kedua adalah, teknologi sebagai medium interaksi antara siswa dan guru. Contohnya saja pembelajaran yang dilakukan dengan live streaming di Youtube guru dapat memberikan materi dengan video pembelajaran yang ditayangkan secara live, agar lebih menghemat bandwidth siswa dapat berkomunikasi dengan live chatting yang juga tersedia di Youtube dan pembelajaran semacam ini dapat berlangsung tanpa mengenal batasan ruang maupun waktu, bahkan jika sewaktu-waktu siswa tertinggal saat mengikuti pembelajaran, siswa dapat memutar kembali materi yang pernah disampaikan yang telah abadi tersimpan di dalam internet. Proses komunikasi yang disediakan oleh teknologi juga sangat menarik. Dimana siswa dan guru dapat berkomunikasi, interaksi dan berkolaborasi dengan saling mengirim gambar, suara bahkan video dalam kegiatan pembelajaran.
Ketiga, teknologi sebagai alat peraga pembelajaran, sebagaimana yang kita ketahui bahwa perkembangan teknologi sudah maju dengan sangat signifikan bahkan teknologi mewujudkan hal menarik dan bermanfaat. Mungkin tak pernah terbayangkan sebelumnya. Ternyata teknologi dapat membantu guru untuk menyajikan visualisasi yang sangat menarik yang tidak pernah tervisualisasikan sebelumnya di dalam kelas karena kerumitannya.
Fasilitasi berikutnya adalah, teknologi sebagai pendukung operasional administrasi pembelajaran. Kita ketahui bahwasanya satuan pendidikan dan guru setiap hari berjibaku dengan berbagai macam administrasi operasional yang begitu banyak, mulai dari absensi peserta didik, jadwal kelas, kehadiran guru, jadwal ujian, jurnal pembelajaran dan berbagai macam perangkat pembelajaran lainnya, walaupun sifatnya rutin tetapi ada saja hal-hal yang harus dipersiapkan sebelumnya atau hal-hal yang terjadi ditengah-tengah prosesnya sehingga harus dilakukan pengelolaan yang baik, terpadu dan terintegrasi. Teknologi kembali menawarkan kepada kita sebuah kemudahan dengan terciptanya berbagai aplikasi administrasi pembelajaran yang dapat menjadi media para guru untuk mengadministrasikan seluruh kegiatan pembelajaran yang dilakukan dengan secara otomatis, contohnya saja aplikasi ringan yang sekarang ini sebagian besar masyarakat umum menggunakannya seperti aplikasi WhatsApp melalui aplikasi tersebut guru dapat menginstruksikan siswanya untuk melakukan presensi, menyampaikan materi pembelajaran sampai dengan memberikan penugasan dan mengadministrasikan seluruh tugas evaluasi yang dikerjakan oleh siswa hanya dalam memori yang tersimpan dalam smartphone guru. Bahkan dalam perkembangannya saat ini Google telah menyediakan Google Drive sebagai hardisk virtual yang tersedia secara gratis untuk memudahkan kita melakukan manajemen penyimpanan berbagai file atau media yang kita inginkan yang terintegrasi dengan berbagai aplikasi google lainnya seperti google form, google meet dan juga tersedia google classroom.
Fasilitasi terakhir adalah teknologi sebagai infrastruktur manajemen pengetahuan yang artinya teknologi hadir sebagai wujud pengelolaan yang baik dari berbagai jejak pengetahuan yang pernah ada. Sebagai manusia guru tentu memiliki keterbatasan usia, terkadang kita mendapatkan guru yang baik dan hebat, akan tetapi ada waktunya mereka harus pensiun. Bayangkan jika setiap hari mereka presentasi dan mengajar kita videokan dan video itu kita simpan dalam sebuah media penyimpanan yang besar sehingga berikutnya adik-adik kelas kita dan anak-anak kita bisa mendapatkan pengalaman belajar dari guru-guru yang hebat, disinilah teknologi sebagai infrastruktur manajemen pengetahuan karena segala bentuk pengetahuan bisa dipindahkan ke dalam bentuk digital baik itu teks, suara, gambar maupun video.
Dari semua ulasan diatas dapat disimpulkan bahwa peran guru tidak akan pernah bisa tergantikan dengan teknologi karena guru memberikan inspirasi, aspirasi dan motivasi, akan tetapi guru yang tidak memanfaatkan teknologi dalam menjalankan perannya akan segera tergantikan karena tidak relevan dengan kondisi zaman. (*)










