Penegasan tersebut disampaikan menyikapi banyaknya pertanyaan terkait masa pemberlakuan pembelajaran jarak jauh di seluruh sekolah di Kabupaten Penajam Paser Utara. Sebelum ada instruksi lanjutan dari kepala daerah menurut Alimuddin, pembelajaran peserta didik tetap dilakukan dari rumah.
"Perpanjangan masa pembelajaran jarak jauh terakhir dilakukan sejak dua bulan lalu, dan berlaku sampai ada perubahan. Kebijakan itu dari kepala daerah, dan kondisi pandemi di Kabupaten Penajam Paser Utara masih terus naik turun," ujarnya.
Tentu saja prioritas utama adalah kesehatan dan keselamatan dalam proses belajar mengajar di sekolah. Orang tua diimbau selalu mendampingi anak-anaknya belajar di rumah terutama untuk sekolah dasar. Bagi siswa sekolah menengah pertama diberlakukan kunjungan guru ke rumah masing-masing peserta didik.
Kepala sekolah dan guru akan diberikan pelatihan dan pendidikan peningkatan SDM (sumber daya manusia) untuk menunjang pembelajaran secara daring (online) tersebut. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan belum lama ini juga menyalurkan kuota internet kepada 15 ribu peserta didik di Kabupaten Penajam Paser Utara.
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara tidak akan buru-buru mengeluarkan kebijakan untuk peserta didik kembali belajar di sekolah, sebelum ditetapkan benar-benar bebas dari penyebaran virus corona.
Editor : Bambang Irawan
Berita ini sudah tayang di republika.co.id hari Selasa 13 Oktober 2020 dengan judul : Siswa di Penajam Belajar di Rumah Sampai Covid-19 Aman